Connect with us
Advertisement

PERISTIWA

Diduga Cekcok Akibat Ekonomi, Suami Tega Bunuh Istrinya

DETAIL.ID

Published

on

Ibu muda korban pembunuhan suaminya sendiri. (ist)

DETAIL.ID, Merangin – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Desa Koto Rami, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Seorang perempuan muda ditemukan tewas mengenaskan di bawah pondok perkebunan kopi. Tak lama setelah itu, sang suami ditemukan dalam kondisi kritis setelah diduga mencoba mengakhiri hidupnya.

Korban, Wena Listi (21), ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Kamis siang, 7 Agustus 2024 sekira pukul 13.30 WIB. Tubuhnya tergeletak di tanah basah di bawah pondok kayu tempat tinggal mereka. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami luka di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.

Yang mengejutkan, di lokasi yang sama, sang suami, Rezan Satriawan (21) juga ditemukan dalam kondisi luka parah dan tak sadarkan diri. Ia diduga mencoba bunuh diri dengan cara memukul kepalanya sendiri, menusuk tubuhnya menggunakan senjata tajam, dan menenggak racun berwarna hijau.

Pasangan muda ini diketahui merupakan pendatang dari Bengkulu Selatan. Selama tiga musim terakhir, mereka tinggal di kawasan perkebunan kopi milik warga di Dusun Sungai Dilin, Desa Koto Rami. Menurut keterangan Pj Kepala Desa setempat, keduanya belum pernah melapor atau tercatat secara administratif sebagai warga desa.

“Warga kami tidak terlalu mengenal mereka. Mereka tinggal di kebun, dan belum pernah datang melapor ke kantor desa,” ujar Pj Kepala Desa Koto Rami, Widiastuti saat dikonfirmasi.

Setelah ditemukan dalam kondisi kritis, Rezan segera dilarikan ke Klinik Ona di Desa Persiapan Sungai Tebal, dan kemudian dirujuk ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Ia baru sadar sekitar pukul 17.59 WIB dan langsung dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

Dalam pengakuannya, Rezan memukul istrinya setelah terlibat cekcok rumah tangga. Ia mengklaim bahwa tidak ada orang lain yang terlibat dalam pertengkaran tersebut. Setelah melihat istrinya tidak sadarkan diri, Rezan mengaku panik dan mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.

“Tidak ada masalah lain, hanya pertengkaran kami berdua,” ujar Rezan dalam keterangan awalnya.

Jenazah Wena telah dibawa ke Puskesmas Pasar Masurai untuk keperluan visum. Sementara itu, Rezan kini dalam penjagaan ketat polisi dan akan segera diproses secara hukum. Ia dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi masih terus mendalami motif dan kronologi lengkap kasus ini. Lokasi kejadian yang berada di wilayah terpencil membuat proses evakuasi dan pelaporan sempat terkendala. Diketahui, jarak dari pusat Desa Koto Rami ke lokasi pondok memakan waktu tempuh sekitar satu jam melalui jalan perkebunan.

Reporter: Daryanto

Advertisement

PERISTIWA

Lima Polisi di Jambi Dipecat Terkait Kasus Kematian Anggota Polres Tanjabtim

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polri yang dinyatakan melanggar kode etik terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS, anggota Polres Tanjungjabung Timur.

‎Kelima personel tersebut yakni Brigadir UVS, Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, dan Bripda EBD. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidpropam Polda Jambi pada 6–7 Agustus 2026.

‎Dalam sidang, kelima personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

‎”Mereka dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan dijatuhi sanksi administratif berupa PTDH,” kata Erlan dalam konferensi pers, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

‎Menurut Erlan, keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar aturan.

‎”Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan personel,” ujarnya.

‎Meski begitu Polda Jambi juga mengimbau masyarakat tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

PERISTIWA

‎Kejati Jambi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Catut Nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Kejati Jambi, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Asisten Intelijen (Asintel), hingga Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum).

‎Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan nama, foto, jabatan, hingga identitas pejabat Kejati Jambi melalui aplikasi WhatsApp, telepon, maupun media komunikasi lainnya untuk menghubungi masyarakat, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak.

‎Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang, bantuan, transfer dana, maupun kepentingan pribadi lainnya dengan mengatasnamakan pejabat Kejaksaan.

‎Kejati Jambi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan institusi Kejaksaan. Seluruh pejabat maupun pegawai Kejati Jambi dipastikan tidak pernah meminta uang, hadiah, bantuan, transfer dana, ataupun keuntungan pribadi melalui media komunikasi pribadi.

‎”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Kajati Jambi, Asintel Kejati Jambi maupun Kasi Penkum. Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejaksaan Tinggi Jambi dan jangan memenuhi permintaan dalam bentuk apa pun. Mari bersama-sama kita cegah agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi.

‎Kejati Jambi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai pesan, telepon, atau akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan.

‎Selain itu, masyarakat diimbau selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejati Jambi apabila menerima permintaan yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila menemukan atau menjadi korban modus penipuan tersebut.

‎Kejati Jambi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan dan mengusut pihak-pihak yang menyalahgunakan nama baik institusi Kejaksaan dalam melakukan tindak pidana penipuan. (*)

Continue Reading

PERISTIWA

Delapan Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran menghanguskan delapan unit asrama polisi yang berada di belakang Markas Polda Jambi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh armada yang berada di markas langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

‎”Sebanyak delapan unit asrama terbakar. Saat kejadian, asrama dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Mustari.

‎Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala tebalnya asap yang memenuhi lokasi. Sejumlah personel pemadam bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA) saat melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari satu jam.

‎”Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, bilang bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.

‎”Saat ini penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

‎Salah seorang warga di sekitar lokasi mengatakan sebelum api membesar ia melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu bangunan asrama. Tak lama kemudian, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.

‎”Awalnya terlihat asap hitam, lalu muncul api besar. Karena angin cukup kencang, api cepat menyebar ke asrama lainnya,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs