Connect with us
Advertisement

DAERAH

Kauman Melaju! Gelaran Seminar Internasional Buktikan Pesantren Jadi Pionir Diplomasi Budaya

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Padang Panjang – Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang telah mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Bicara Silang Budaya-Pemikiran Tokoh: Menelusuri Karya Kreatif Sastrawan Negara Shahnon Ahmad dan Buya Hamka”. Kegiatan yang digelar di Aula AR St Mansur pada Selasa, 7 Oktober 2025 ini merupakan buah kerjasama yang erat antara Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM).

Acara yang bergengsi ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pabasko, rombongan ABIM Malaysia sebanyak 15 orang, serta Walikota Padang Panjang yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Eka Purnama Dt. Nadua. Seminar ini juga diikuti secara antusias oleh Guru dan santri kelas XII Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, yang turut meramaikan dan meresapi diskusi akademis bertaraf internasional tersebut.

Kedatangan rombongan ABIM di Pesantren Kauman disambut meriah pukul 08.00 WIB dengan pertunjukan seni musik tradisi dan seni bela diri Tapak Suci yang dibawakan dengan apik oleh para santri, menciptakan atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan sejak awal.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Pabasko, Suharman, M.Ag., menyampaikan selamat datang kepada rombongan ABIM Malaysia yang diketuai oleh Dato Paduka Hj. Ahmad Bin Kasim. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini berjalan sesuai konsep yang telah disepakati kedua lembaga.

“Buya Hamka merupakan kepala sekolah pertama di Kauman Padang Panjang. Maka dari itu, kerjasama antara dua lembaga dan dua negara ini perlu didukung,” ujar Suharman.

Menurutnya, komitmen PDM Pabasko untuk melahirkan santri yang “dilandaskan dengan Al-Quran dan Sunnah,” serta berharap seminar ini dapat melahirkan terobosan baru dengan menggali gagasan-gagasan paralel antara Shahnon Ahmad dan Buya Hamka.

Seminar kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan Wali Kota Padang Panjang, Bapak Dian Eka Purnama Dt. Nadua. Dalam pidato pembukaannya, beliau menegaskan bahwa kedua tokoh yang dibahas bukan sekadar sastrawan, melainkan juga pemikir dan pejuang.

“Mereka menunjukkan tulisan bukan rangkaian kata tapi senjata intelektual yang bisa membangkitkan perjuangan dan semangat,” katanya. Kegiatan ini dinilainya memiliki makna strategis dan sejalan dengan visi misi Kota Padang Panjang.

“Saya percaya melalui kegiatan ini akan mewariskan api semangat pada kawula muda,” ucapnya.

Dian Eka Purnama yang juga tokoh adat tersebut berharap Kauman tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga pionir dalam hubungan internasional. Beliau berpesan kepada para santri, khususnya santri kelas XII, “Telah lama Padang Panjang hilang tokoh seperti Hamka. Para santri diharapkan akan menjadi Hamka-Hamka muda yang akan memperkenalkan kembali Padang Panjang kepada Indonesia dan dunia.”

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan hangat, dipandu oleh moderator muda inspiratif, Muhammad Hanapi Jamaludin. Seluruh santri kelas XII terlihat aktif menyimak dan mencatat poin-poin penting dari para narasumber.

Narasumber pertama, Muhammad Ariff Bin Badrudin dari ABIM, memaparkan sosok dan peran Shahnon Ahmad dalam kesusastraan Malaysia, termasuk karya-karyanya yang mengagumkan hingga membuatnya dianugerahi gelar kehormatan dari Kerajaan Malaysia.

Pembicara berikutnya dilanjutkan oleh Mudir Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA. Beliau mengupas budaya cinta membaca ala Buya Hamka yang memungkinkannya menulis 116 buku sepanjang hidupnya.

“Buya Hamka punya pribadi yang kuat karena beliau melewati masa-masa kecil yang sulit. Sejak tahun 1924 hingga 1950-an, Buya Hamka tidak pernah lepas sepenuhnya dari Kulliyatul Muballighien dan selalu memberikan kontribusi,” kata Dr. Derliana.

Ia berpesan agar tokoh-tokoh yang lahir dari Pesantren KAUMAN dapat menjadi contoh dan para santri, terutama yang duduk di kelas akhir, mampu menjadi ‘Hamka baru’ di masa depan.”

Keharuan menyelimuti ruangan pada sesi ini, ketika salah seorang santri kelas XI membacakan puisi “Seabad Muhammadiyah”, menyentuh hati para tamu dan peserta seminar.

Narasumber terakhir, Dato Paduka Hj. Ahmad Bin Kasim, menceritakan bagaimana Shahnon Ahmad mengkritik pemerintahan Malaysia melalui sastranya. Beliau mengajak semua pihak untuk menjadikan media sosial sebagai sarana menulis kebaikan, mengikuti jejak bahasa yang digunakan Hamka dan Shahnon Ahmad.

“Kita patutnya menjadikan dua tokoh ini idola dalam berbahasa. Mereka selalu mengkritik dengan bahasa yang tidak menyinggung,” tuturnya. Dato Paduka juga memaparkan persamaan mendasar antara pemikiran Buya Hamka dan Shahnon Ahmad, yang menjadi benang merah dari seluruh seminar.

Sebagai puncak dan penutupan dari rangkaian acara yang berjalan sukses, dilakukan sesi penyerahan cenderamata sebagai tanda mata dan kenang-kenangan antara Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dan delegasi ABIM Malaysia. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta seminar, termasuk seluruh santri kelas XII yang berpartisipasi, mengabadikan momen bersejarah dan semangat kolaborasi ini dalam sebuah frame kebersamaan.

Kegiatan seminar internasional ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademis, tetapi juga jembatan budaya yang mempererat hubungan Indonesia-Malaysia, serta menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda, khususnya santri-santri kelas XII, untuk melanjutkan warisan intelektual dan perjuangan dua sastrawan besar tersebut.

Reporter: Diona

Advertisement

DAERAH

Tak Ada Lagi Kesalahpahaman, Bupati M. Syukur dan Delapan Temenggung Gelar Audiensi

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin — Pemerintah Kabupaten Merangin akhirnya berhasil menyelesaikan kesalahpahaman dengan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).

Bupati Merangin, M. Syukur, menggelar audiensi langsung bersama delapan Temenggung SAD di ruang kerja Kepala Dinas Sosial pada Senin, 25 Mei 2026.

Pertemuan ini dilakukan guna meluruskan miskomunikasi terkait bantuan keramba ikan serta insiden kericuhan yang sempat terjadi di Kantor Bupati Merangin beberapa waktu lalu.

Para pemimpin adat SAD yang hadir diantaranya Temenggung Jhon Edward, Temenggung Carak, Temenggung Ngapas, Temenggung Pak Jang, Temenggung Jamal, Temenggung Stampung, Temenggung Sikar, dan Temenggung Jon.

Sementara, para pejabat yang turut mendampingi Bupati diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni, Asisten I Setda Sukoso, Kepala Dinas Sosial A. Lazik, sejumlah kepala OPD, perwakilan Forkopimda, Kepala BIN Daerah Merangin, serta Camat Tabir Ulu dan Camat Nalo Tantan.

Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi murni karena adanya miskomunikasi. Menurutnya, para Temenggung SAD sengaja datang karena ingin mendengarkan penjelasan langsung dari kepala daerah yang mereka anggap sebagai “Rajo”.

“Ini kan hanya ada miskomunikasi dan hari ini sudah kita selesaikan. Tadi sudah kita jelaskan semua, dan kami sudah saling memaafkan hal-hal yang mengganjal. Semua pihak bisa menerima dengan baik,” ujar Bupati M. Syukur saat diwawancarai usai pertemuan.

Dalam audiensi tersebut, Bupati juga mengklarifikasi isu mengenai tuntutan honor para Temenggung yang sempat memicu polemik. M. Syukur meluruskan bahwa secara aturan pemerintah, tidak ada alokasi anggaran untuk honorarium jabatan Temenggung secara khusus.

“Kita masih punya rekaman pertemuan sebelumnya. Saya tidak pernah menjanjikan honor. Yang saya katakan waktu itu, gaji saya pribadi selama satu bulan silakan diambil untuk dibuatkan baju. Kalau honor dari pemerintah, aturan tidak memperbolehkan lagi,” ucap Bupati.

Ia menambahkan, jika para pemimpin SAD ingin mendapatkan honorarium resmi dari daerah, mereka harus masuk ke dalam struktur administrasi pemerintahan desa.

“Kalau mau ada honor, harus menjadi Kades, Kepala Dusun, atau Ketua RT. Nah, kalau mereka masuk dalam kepengurusan RT, baru bisa mendapatkan gaji. Tadi mereka sudah memahami hal tersebut dan meminta maaf,” tuturnya.

Ke depan, Pemkab Merangin berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang intens dan persuasif dengan masyarakat SAD. Bupati berharap agar kehidupan ekonomi, sosial, dan pendidikan anak-anak warga SAD dapat terus meningkat secara bertahap.

Di akhir wawancara, M. Syukur juga memberikan imbauan tegas agar tidak ada pihak-pihak luar yang mencoba memanfaatkan masyarakat SAD demi kepentingan tertentu yang justru dapat merugikan mereka.

“Saya berharap komunikasi terus dijaga. Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, kasihan masyarakat kita. Kita ingin warga SAD punya kehidupan dan citra baru yang lebih bagus ke depannya. Proses perbaikan kebiasaan lama ini memang bertahap, tapi alhamdulillah hari ini semua berjalan sangat baik dan saling berjiwa besar,” ujarnya. (*)

Continue Reading

DAERAH

Ada Dugaan Pungli Program PTSL di Desa Bulukandang, Biaya Pengurusan Sertifikat Dimintai Rp 600 Ribu

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Pasuruan – Biaya pengurusan sertifikat tanah lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur sebenarnya hanya Rp 150 ribu. Namun ada warga yang dimintai biaya Rp 600 ribu.

Salah seorang warga mengatakan, dia tak pernah diundang untuk sosialiasi soal PTSL. Menurutnya, hanya perwakilan saja yang diundang. “Saya sendiri tidak pernah diundang untuk sosialisasi akan tetapi saya mengikuti arahan sesama warga di untuk bayar Rp 600 ribu kalau ingin mendaftarkan progam PTSL,” kata warga berinisial Ubii itu pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia mengaku sudah membayar. “Pembayaran sudah saya lakukan sewaktu ada informasi sewaktu di tahun 2025 padahal saya dengar dari desa sebelah ada yang bayar Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu itu agar cepat selesai saya tidak bertanya lagi,” ujarnya.

Salah satu rekan media mencoba menghubungi melalui telepon ke salah satu pemohon sekaligus oknum wartawan yang memback up program PTSL di Desa Bulukandang. Inisial Ti memaparkan melalui telepon menyebutkan kalau sekarang dialihkan ke anak media berinisial Nas. “Hubungi dia saja sekarang dia yang memback up progam PTSL,” ucapnya.

Kepala Desa Bulukandang, sewaktu hendak dikonfirmasi awak media tepatnya di lokasi perbaikan jembatan langsung menghindar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia tidak mau dikonfirmasi awak media dan langsung melarikan diri dari tim media.

Ketua PTSL, Tajuli yang hendak dikonfirmasi di kantor balai desa ternyata sedang tidak berada di tempat. Salah satu perangkat desa menyarankan agar langsung menghubungi kepala desa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari pihak terkait.

Reporter: Tina

Continue Reading

DAERAH

Samsat Bangil Rutin Mengedukasi Pajak Kendaraan kepada Masyarakat Sebelum Dilayani

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Pasuruan – Pelayanan pengurusan surat kendaraan telah tersedia di kantor Samsat Bangil Kabupaten Pasuruan bagi masyarakat yang hendak memperpanjang pajak atau balik nama unit motor atau mobil.

Demi meningkatkan kepatuhan dan kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan memberikan pelayanan di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bangil.

Baur Cek Fisik Samsat Bangil, Aiptu Harid Kurniawan siap memberikan pelayanan prima serta memberikan edukasi langsung kepada para wajib pajak. “Saya secara langsung di saat bertugas di setiap hari menyapa masyarakat Pasuruan atau luar daerah yang datang ke Samsat memastikan setiap proses pemeriksaan berjalan cepat, tertib, dan transparan,” kata Harid pada Jumat, 22 Mei 2026.

Tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas administrasi, ia juga meluangkan waktu untuk menjelaskan secara rinci mengenai tata cara pembayaran pajak tahunan maupun perpanjangan lima tahunan, persyaratan berkas yang wajib dibawa, hingga dampak dan risiko jika menunggak pembayaran pajak kendaraan.

“Kami dari Satlantas Polres Pasuruan ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya dilayani dengan baik akan tetapi harus paham betul pentingnya membayar pajak tepat waktu. Karena dari pembayaran pajak masyarakat anggaran yang sudah terkumpul bisa digunakan untuk pembangunan daerah dan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sendiri,” ujarnya.

Harid memaparkan mengenai kemudahan layanan digital yang tersedia, agar wajib pajak semakin mudah dan tidak perlu mengantre lama.

“Kami memberikan pendekatan pelayanan yang humanis dan informatif ini agar masyarakat mendapatkan respons positif agar warga merasa terbantu supaya dalam pengurusan sesuai prosedur tidak lagi kata kebingungan yang baru dalam pengurusan perpajakan,” tuturnya.

Ia berharap semangat pelayanan seperti ini terus dipertahankan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan layanan publik semakin meningkat.

Reporter: Tina

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs