ADVERTORIAL
UNJA Tuan Rumah Forum Besar PTN Barat 2025: Sinergi Riset untuk Kampus Berdampak
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) terpilih menjadi tuan rumah atas penyelenggaraan kegiatan Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Barat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Gedung UNIFAC UNJA Mendalo pada Rabu, 12 November 2025.
Forum ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi UNJA, sekaligus Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Barat, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Sekretaris Forum Wakil Rektor BKS-PTN Barat, Ir. Arif Rahman, S.T., M.T., Ketua LPPM UNJA sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc. Ed., Ph.D., para Wakil Rektor Forum BKS-PTN Barat, para Ketua LPPM BKS-PTN Barat, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UNJA, serta seluruh tamu undangan.
Kegiatan diawali dengan penampilan tari persembahan oleh tim tari mahasiswi Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) UNJA sebagai simbol penyambutan kepada para Wakil Rektor dan Ketua LPPM peserta Forum Wakil Rektor BKS-PTN Barat dan tamu undangan lainnya.
Forum ini secara resmi dibuka dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya acara, yang dilakukan secara simbolis oleh Rektor UNJA, Helmi.
Rektor UNJA, Helmi menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antar perguruan tinggi, khususnya di bidang kerja sama dan penelitian, dengan harapan setiap aktivitas yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pertemuan ini menekankan makna Kerja Sama yang Solid, Kompak dan Berdampak sebagai amanah dari Forum Rektor BKS-PTN Wilayah Barat yang terus mendorong pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama dan penelitian. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tridharma perguruan tinggi, namun perlu ditekankan bahwa kerja sama dan penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi semata. Publikasi harus berdampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya sebatas sitasi. Sejalan dengan itu, sejak 2024 UNJA telah mengarahkan fokus pada penelitian dan pengabdian yang mengedepankan konsep kampus berdampak,” ujar Rektor.
Ketua Forum Wakil Rektor BKS-PTN Barat, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi antar PTN di wilayah barat guna mendorong sinergi nyata antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
“Kerja sama antar perguruan tinggi merupakan kunci dalam memperkuat institusi kita. Saya berharap melalui forum ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperluas jaringan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan riset, pengabdian, dan inovasi melalui sinergi antara LPPM dan bidang kerja sama. Selain itu, kami mendorong terwujudnya implementasi kolaboratif antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah guna memajukan institusi serta memperkuat citra kampus yang berdampak bagi masyarakat,” ucap Prof Revis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jumlah publikasi, riset, dan pengabdian dapat meningkat, sekaligus memperkuat citra kampus berdampak di lingkungan PTN wilayah barat.
Ketua LPPM UNJA sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc. Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa UNJA telah melaksanakan 302 pengabdian dan 551 penelitian guna mewujudkan citra kampus berdampak.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat riset, publikasi, dan pengabdian di lingkungan PTN wilayah barat agar lebih berdampak bagi masyarakat. Saat ini, UNJA telah memiliki 551 penelitian dan 302 pengabdian yang didanai secara internal. Kami sangat berharap dapat menjalin kerja sama riset, publikasi, maupun pengabdian dengan institusi Bapak dan Ibu sekalian. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, membawa dampak nyata, dan selaras dengan semangat merdeka,” tutur Prof. Amirul.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi di Lt 3 Gedung UNIFAC oleh para narasumber, yaitu Dr. Agus Sunarya Sulaeman, M.Si., Ak., CPMA., CGAA., CGAE., CA., Prof., dan Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., serta Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., yang bergabung melalui zoom meeting.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perpanjang Kontrak 813 P3K, Gus Fawait: Ini Bentuk Komitmen Kami!
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperpanjang kontrak 813 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2021.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia di Alun-alun Jember pada Jumat pagi, 9 Januari 2026.
Dari total 813 PPPK yang diperpanjang, sebanyak 741 berasal dari profesi guru dan 71 merupakan tenaga kesehatan.
Perpanjangan kontrak ini dilakukan bersamaan dengan proses penertiban administrasi kepegawaian di lingkungan Pemkab Jember.
Gus Fawait menyampaikan kunjungan Kepala BKN RI ke Jember berkaitan dengan langkah pemerintah daerah dalam memperjuangkan status P3K dan P3K paruh waktu.
“Beliau tadi menyampaikan, beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi bahwa Jember hari ini memperjuangkan nasib P3K dan P3K paruh waktu terbesar se-Indonesia,” ujar Gus Fawait.
Ia menyebut kebijakan tersebut berdampak pada fiskal daerah, namun tetap dijalankan sebagai keputusan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Ini bagian dari bentuk komitmen kami, Pemerintah Kabupaten Jember, eksekutif dan legislatif untuk memastikan bahwa orang yang mengabdi tahunan, puluhan tahun di Jember statusnya harus diperjelas,” katanya.
Gus Fawait juga menyampaikan sikap Pemkab Jember terkait kebijakan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Kami sampaikan komitmen bahwa Jember di saat Pemprov dan kabupaten lain memotong TPP, Jember tetap mempertahankan TPP,” ucapnya.
Saat ditanya terkait jumlah PPPK yang mendapat perpanjangan kontrak, Gus Fawait menyatakan proses administrasi masih berjalan.
“Kita lagi menertibkan administrasi. Perpanjangan ini tentu kita lihat secara jernih, secara baik, dan ke depan akan kita lakukan lebih baik lagi tentunya,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Dari Pantun untuk Jambi, Gerakan Hesti Haris Raih Rekor MURI
DETAIL.ID, Jambi – Gerakan Jambi Berpantun yang diinisiasi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah menghimpun sebanyak 104.005 pantun dari 20.375 orang yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Capaian ini menjadi wujud nyata pemajuan kebudayaan sekaligus penguatan identitas Melayu berbasis kearifan lokal.
Gerakan Jambi Berpantun secara resmi dicanangkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam mendorong pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan. Pencanangan tersebut dilaksanakan di Taman Mini Melayu Jambi (Eks MTQ) dan menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan kebudayaan Provinsi Jambi.
Pada kesempatan itu, Hj. Hesnidar Haris, SE secara simbolis menyerahkan draf buku kumpulan Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Buku tersebut memuat sebanyak 126.540 pantun yang dihimpun dari 24.735 partisipan, sebagai hasil gerakan kolektif masyarakat dalam melestarikan tradisi pantun Melayu Jambi.
Dalam sambutannya, Hj. Hesnidar Haris menyampaikan bahwa Gerakan Jambi Berpantun merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga pantun sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra lisan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, perekat sosial, serta cerminan nilai-nilai budaya Melayu Jambi.
Pantun Melayu Jambi sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2015, dan pada tahun 2020 menjadi bagian dari kumpulan pantun se-Indonesia yang memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Takbenda Dunia). Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi pantun sebagai identitas budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Selain penyerahan buku, pada momentum tersebut juga dilakukan penyerahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada Gerakan Jambi Berpantun. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan menghimpun 126.540 pantun dari 24.735 orang, yang sekaligus menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat Jambi dalam upaya pelestarian budaya daerah.
Gerakan Jambi Berpantun merupakan inisiatif Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi serta berbagai pemangku kepentingan. Penghargaan Rekor MURI tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen dalam menggerakkan masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya Melayu Jambi.
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, Pemerintah Provinsi Jambi berharap pantun tidak hanya terjaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat masa kini dan masa depan, sehingga kebudayaan Melayu Jambi tetap hidup, berakar, dan menjadi pondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Launching “Jambi Elok Nian” dan Buka Parade Budaya serta Pameran Jambi Mantap Expo
DETAIL.ID, Jambi – Gubernur Jambi Drs. H. Al Haris, S.Sos, MH secara resmi melaunching program “Jambi Elok Nian” sekaligus membuka Parade Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, bertempat di Taman Mini Melayu Jambi, Selasa, 6 Januari 2026.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembukaan pameran Jambi Mantap Expo. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi dan sekaligus Ketua Dekranada Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), Ketua DWP Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman, para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi serta undangan lainnya.
Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa program “Jambi Elok Nian” sedang meneguhkan identitas Provinsi Jambi, merawat memori kolektif, dan menatap masa depan pembangunan Provinsi Jambi yang berakar pada budaya, nilai keislaman, dan potensi pariwisata berkelanjutan.
“Peluncuran Jambi Elok Nian merupakan langkah strategis dalam membangun branding daerah. Jambi Elok Nian bukan hanya slogan, tetapi narasi besar yang mencerminkan keunikan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai lokal yang hidup dan tumbuh di Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah,” ucap Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengaktifkan kawasan Taman Mini Melayu Jambi sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat. Seluruh anjungan kabupaten/kota akan difungsikan secara berkelanjutan dengan menampilkan ciri khas daerah masing-masing.
“Ditempat ini ke depan akan ada event rutin setiap bulan di seluruh kabupaten/kota. Agenda tersebut diisi dengan bazar UMKM, pameran kuliner, serta pertunjukan seni dan budaya lokal. Lokasi ini kami niatkan kedepannya akan aktif, dan semua anjungan kabupaten/kota dibuka terus. Tempatkan batik dan kuliner masing-masing,” katanya.
Gubernur Al Haris juga meminta para bupati dan wali kota untuk turut berperan aktif menghidupkan anjungan daerah sebagai etalase potensi lokal. Menurutnya, keberadaan anjungan bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga ruang ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Provinsi Jambi adalah destinasi yang otentik, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus ramah bagi wisatawan dan investor. Pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Parade budaya ini menjadi identitas hidup, yang mengajarkan nilai kesantunan, kebersamaan, musyawarah, dan keseimbangan antara adat dan syariat. Melalui parade ini, kita menampilkan ragam seni, busana, musik, tarian, dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga menerangkan bahwa pelaksanaan Jambi Mantap Expo sebagai sarana konkret memperlihatkan kesiapan Jambi sebagai daerah yag terbuka, aman, dan menjanjikan bagi investasi, sekaligus daerah yang serius dalam memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Expo ini menjadi etalase potensi unggulan Provinsi Jambi, mulai dari industri kreatif, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik dan transformasi digital daerah.
“Kita ingin mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang investasi, serta menumbuhkan ekosistem ekonomi daerah yang sehat dan kompetitif. Pembangunan daerah ke depan menuntut inovasi, keberanian beradaptasi, dan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal Jambi,” tuturnya.

