Bank Jambi
Bank Jambi Bersama OJK, Satukan Langkah Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Tanjabtim
Jambi – Bank Jambi bersaka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, dan Pemkab Tanjabtim, menggelar Event Literasi dan Inklusi Keuangan, dengan tema Literasi Keuangan Maju, Inklusi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera,yang dilaksanakan diruang pertemuan rumah dinas kantor Bupati Tanjabtim, dengan peserta ibu rumah tangga, pelaku UMKM dan pelajar.
Dirut Bank Jambi yang diwakili Direktur Kredit dan Syariah, Yufnizarman dalam sambutannya mengatakan, seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan telah banyak sekali hal-hal yang ditawarkan oleh teknologi tersebut untuk melakukan gebrakan transaksi, terutama melalui aplikasi yang tidak dapat ditinggalkan.
“Kalau kita tidak mengenal aplikasi maka kita tertinggal, namun tantangan dari aplikasi yang ditawarkan banyak sekali ada penipuan, seperti pinjol, investasi ilegal dan pinjol ilegal, sehingga dengan komitmen ini kami dan OJK selaku pengawas perbankan, bekerjama agar masyarakat terhindar dari hal tersebut,” kata Direktur Kredit dan Syariah, Yufnizarman pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dikatakannya, banyak masyarakat terjerat pinjol ilegal, investasi ilegal maupun judol dikarenakan ketidaktahuan tentang pemanfaatan teknologi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan maraknya teknologi bertambah canggih pula penipuan dengan memanfaatkan keberadaan teknologi.
“Jangan percaya apabila terdapat investasi yang menjanjikan keuntungan besar, nanti bukan untung yang didapat tapi kerugian, diperlukan pemahaman yang tepat untuk melakukan investasi yang tepat dan memang diakui OJK,” katanya.
Dengan kegiatan pun diharapkan tercipta masyarakat dan generasi yang cerdas berinvestasi dan melek digitalisasi perbankan, apalagi saat ini terjadi perubahan transkasi hanya melalui genggaman dengan menggunakan smartphone, yang bertujuan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Provinsi Jambi.
“Semoga dengan kegiatan ini dapat menjadi pedoman kehidupan kita untuk bertransaksi, masyarakat yang paham digitalisasi,” ucapnya.
Sementara, Deputi Kepala OJK Provinsi Jambi, Septarini Geminastitie mengatakan, OJK dan Bank Jambi rutin melaksanakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat yang lebih sejahtera. Masyarakat sejahtera secara keuangan adalah kondisi di mana individu mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki investasi dan akses ke layanan keuangan formal, yang didukung oleh literasi keuangan tinggi.
“Masyarakat harus berhati-hati terhadap aktivitas keuangan ilegal, jangan percaya dengan tingkat pengembalian atau bunga yang tinggi dan tidak logis. Hindari juga pinjaman online ilegal, kalau membutuhkan pembiayaan dapat langsung ke bank, serta ikuti literasi dengan baik agar dapat mengelola keuangan dengan baik,” tuturnya.
Sekda Tanjabtim, Sapril mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan baik kepada Bank Jambi maupun OJK, yang telah melaksanakan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Tanjabtim. Dengan kegiatan diharapkan masyarakat mampu memahami literasi dan inklusi keuangan.
“Kami menganggap kegiatan ini nantinya dapat memberikan pemahaman yang baik kepada peserta tentang keuangan, termasuk lembaga keuangan resmi yang dapat diakses, apalagi dengan kehadiran Bank Jambi yangmerupakan bank milik pemerintah daerah, sehingga tidak salah untuk memprioritaskan Bank Jambi agar maju dan dapat sejajar dengan bank nasional,” ujarnya.
Dalamkegiatan turut hadir Pimpinan Divisi Kredit Bank Jambi Produktif Ade Yuniawan, Pimpinan Divisi Unit Usaha Syariah Rosiqo, Pemimpin Kantor Cabang Bank Jambi Muarasabak Yudi Marsadeno beserta staf, Kepala OPD Kabupaten Tanjabtim dan undangan lain.
ADVERTORIAL
Nasabah Bank Jambi Sumringah, Dana Hilang Diganti di Jumat Berkah
Jambi – Nasabah Bank Jambi yang kehilangan dana disaldonya akibat serangan siber beberapa waktu lalu sumringah, pasalnya Bank Jambi mengganti keseluruhan dana yang hilang. Peltu Dirut Bank Jambi yang juga Direktur Operasional, Zulfikar mengatakan, penggantian dana nasabah yang hilang dilakukan hari Jumat, 27 Februari 2026.
“Alhamdulillah Jum’at berkah, setelah adanya persetujuan dari RUPS, akhirnya kami bisa menyalurkan sekaligus mengganti dana nasabah yang hilang,” kata Peltu Dirut Bank Jambi yang juga Direktur Operasional, Zulfikar, Jumat, 27 Februari 2026.
Sementara, untuk normalisasi Mobile Banking Bank Jambi dan channel digital lainnya, bakal beroperasi normal pihaknya masih menunggu hasil audit forensi dan persetujuan dari Bank Indonesia. Setelah persetujuan tersebut dikeluarkan masyarakat pun dapat kembali mengakses dan melakukan berbagai transaksi di Mobile Banking Bank Jambi.
“Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari gubernur, bupati/walikota selaku pemegang saham, Bank Indonesia, OJK, Dewan Komisaris, Dewan Direksi hingga jajaran Bank Jambi, sehingga permasalahan ini sama-sama dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Azizah, salah seorang nasabah KCU Bank Jambi mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Jambi, meskipun mengalami kejadian tidak mengenakan berupa kehilangan uang didalam saldo Bank Jambi, namun Bank Jambi telah mengupayakan pengembalian utuh uang disaldo miliknya.
“Saya yakin dari kejadian ini Bank Jambi bisa menyelesaikan permasalahan, saya pun tidak ragu dana saya akan kembali, saya harap bapak ibu nasabah yang lain, jangan ragu untuk tetap menabung di Bank Jambi,” ucap Azizah.
Senada, Eti Subiarti dan Suwairini dua sahabat yang juga mengaku kehilangan saldonya di Bank Jambi, setelah mendatangi KCU Bank Jambi akhirnya dana sebesar Rp 24 juta yang hilang telah dikembalikan oleh Bank Jambi.
“Janji pimpinan Bank Jambi memang ditepati, kami pun sebagai nasabah merasa bahagia dana uang yang hilang dikembalikan secara utuh dan tanpa potongan sedikitpun,” kata Eti Subiarti dan Suwairini kompak.
Untuk diketahui, Bank Jambi sejak Kamis (26/2) telah melakuka penyaluran dana nasabah yang hilang akibat serangan siber. Penyaluran dana nasabah berlaku bukan saja bagi KCU Bank tapi juga bagi cabang-cabang Bank Jambi di Kabupaten/Kota, termasuk KCP-KCP Bank Jambi. Pengembalian dana nasabah tersebut juga berlaku hingga besok Sabtu, 28 Februari 2026.
ADVERTORIAL
Al Haris Memastikan Transaksi Perbankan di Kantor Cabang Bank Jambi Tetap Berjalan Normal
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan gangguan sistem yang terjadi di Bank Jambi disebabkan oleh insiden siber. Hal itu disampaikannya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jambi bersama para pemegang saham pada Rabu malam, 25 Februari 2026.
Menurut Al Haris, insiden tersebut langsung ditangani oleh lembaga keuangan macam Bank Indonesia, OJK, serta melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kepolisian.
”Karena ini insiden siber, Bank Indonesia langsung mengambil alih penanganan bersama PPATK dan kepolisian. Tentu ini sedikit banyak mengganggu layanan ATM kita,” ujar Al Haris.
Ia menjelaskan, untuk sementara waktu layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi masih diblokir atas arahan Bank Indonesia. Langkah itu dilakukan guna mendukung proses audit forensik yang tengah berjalan.
”Audit forensik sedang dilakukan untuk melihat apakah ada keterlibatan pihak luar dan ke mana arah aliran keuangan tersebut. Karena itu sementara dibekukan dulu. Kalau dibuka, dikhawatirkan bisa memudahkan pihak-pihak tertentu,” katanya.
Meski demikian, Al Haris memastikan transaksi perbankan di kantor cabang tetap berjalan normal. Nasabah masih dapat melakukan penarikan dana secara langsung di kantor Bank Jambi.
”Alhamdulillah, untuk transaksi berikutnya tidak ada masalah. Gaji ASN juga tidak ada kendala. Hanya saja sementara belum bisa menarik melalui ATM,” katanya.
Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham terus berkomunikasi dengan Bank Indonesia agar pemblokiran layanan elektronik dapat segera dibuka, setelah proses audit forensik dinyatakan tuntas.
Terkait kemungkinan kegagalan sistem atau keterlibatan orang dalam, Al Haris mengatakan pihaknya masih menunggu hasil audit forensik.
”Kita belum bisa menyimpulkan. Semua masih menunggu hasil audit. Yang jelas, ini kejahatan siber yang sifatnya extraordinary crime dan bisa terjadi di bank mana pun,” ujarnya.
Soal jumlah dan total kerugian, Al Haris menegaskan pihak bank yang akan menyampaikan secara resmi. Namun ia memastikan Bank Jambi bertanggung jawab penuh terhadap dana nasabah.
”Intinya Bank Jambi bertanggung jawab sepenuhnya. Kami sebagai pemegang saham juga akan bertanggung jawab terhadap nasabah,” katanya.
ADVERTORIAL
RUPS Bank Jambi Bahas Kinerja Tahunan dan Insiden Siber, Laba Tembus Rp330 Miliar
Jambi – Bank Jambi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas laporan kinerja 2025 sekaligus perkembangan insiden serangan siber yang terjadi beberapa hari lalu. Rapat berlangsung di Lantai 2 Gedung Mahligai, Rabu, 25 Februari 2026 malam.
RUPS tersebut dihadiri langsung oleh Al Haris selaku Gubernur Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi sebagai pemegang saham, serta jajaran komisaris dan direksi Bank Jambi.
Dalam keterangannya usai rapat, Al Haris menyampaikan bahwa agenda utama RUPS adalah membahas laporan akhir tahun terhadap kinerja Bank 9 Jambi sepanjang 2025.
“Pertama, rapat malam hari ini kami membahas laporan akhir tahun terhadap kinerja tahun buku 2025 Bank 9 Jambi. Alhamdulillah, kinerja Bank Jambi di tahun 2025 cukup baik, sehingga laba kita juga cukup baik di tahun ini, yakni sebesar Rp330 miliar,” ujar Al Haris.
Menurutnya, capaian laba tersebut menjadi indikator positif atas kinerja manajemen dan kepercayaan masyarakat terhadap bank kebanggaan daerah itu.
Namun demikian, RUPS juga membahas insiden serangan siber yang sempat mengganggu layanan perbankan Bank Jambi dalam dua hari terakhir.
“Kedua, tentu kita tahu bahwa dua hari kemarin telah terjadi insiden siber yang menyerang Bank Jambi. Karena ini berkaitan dengan pemegang saham, para bupati dan wali kota, maka Bank Jambi wajib melaporkan persoalan itu kepada para pemegang saham,” katanya.
Al Haris menegaskan, insiden tersebut kini dalam penanganan serius berbagai otoritas terkait. Ia menyebut, proses audit forensik tengah dilakukan guna menelusuri sumber serangan dan alur transaksi yang terdampak.
“Karena ini insiden siber, Bank Indonesia langsung mengambil alih, bersama OJK, PPATK, dan kepolisian. Saat ini sedang dilakukan audit forensik untuk melihat pihak luar yang melakukan serangan serta ke mana arah keuangannya,” katanya.
Gubernur memastikan, hingga saat ini tidak transaksi di kantor cabang tetap berjalan normal, meski untuk sementara layanan ATM dan mobile banking belum dapat digunakan.
“Transaksi berikutnya tidak ada masalah. Masyarakat masih bisa mengambil uang di Bank Jambi, hanya saja tidak melalui ATM. Untuk sementara, ATM dan mobile banking diblokir karena proses audit forensik masih berjalan,” ucapnya.
Al Haris menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Bank Indonesia agar layanan digital tersebut dapat segera diaktifkan kembali setelah proses pemeriksaan dinyatakan aman.
“Kami sedang berkomunikasi supaya secepatnya bisa dibuka. Ini yang sedang dikomunikasikan, tentu dengan tetap mengutamakan keamanan sistem,” ujarnya.
Gubernur mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar, seraya memastikan bahwa dana nasabah dalam kondisi aman dan menjadi prioritas perlindungan.
“Intinya Bank Jambi tanggung jawab sepenuhnya dan kami pemegang saham ini juga akan tanggung jawab ya terhadap nasabah-nasabah yang ada di Bank Jambi,” tuturnya.


