ADVERTORIAL
DPRD Tanjungjabung Timur Menggelar Paripurna DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur Masa Persidangan II Tahun 2021-2022
DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur masa persidangan II Tahun 2021-2022 dengan agenda penyampaian laporan panitia laporan khusus DPRD terhadap laporan keterangan pertanggung jawaban Bupati Tahun Anggaran 2021 pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tanjungjabung Timur Saidina Hamzah, SE, Senin 18 April 2022 di ruang utama rapat paripurna DPRD.
Saidina Hamzah, SE selaku pimpinan sidang membuka rapat paripurna dengan menyampaikan bahwa paripurna juga di ikuti oleh para Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD Tanjungjabung Timur.
“Rapat Paripurna ini, saya buka secara resmi dan terbuka untuk umum,”ujarnya saat membuka Rapat Paripurna.
Saidina mengatakan terkait LKPJ Tahun Anggaran 2021 pembentukan Panitia khusus DPRD terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2021 dibentuk berdasarkan Keputusan DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur Nomor 11 Tahun 2022 tanggal 6 April 2022 Tentan pembentukan Panitia khusus dalam rangka pembahasan laporan keterangan pertanggung jawaban Bupati Tahun Anggaran 2021.
Dimulai dari Pansus I menyampaikan laporannya terkait LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2021 melalui juru bicaranya ERNAWATI mengatakan melalui mekanisme pembahasan dalam rapat panitia khusus I dengan TAPD dan OPD yang menjadi mitra kerja komisi I, maka pansus I LKPJ Bupati Tanjung Jabung Timur dapat memberikan pendapat dan laporan kepada 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
1. Dinas Kependudukan dan catatan Sipil
2. Dinas Komunikasi dan Informatika
3. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
4. Dinas Perhubungan
5. Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik
6. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
7. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah
8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
9. Sekretariat DPRD
10. Dinas Polisi Pamong Praja dan Damkar
11. Inspetorat Daerah
12. Sekretariat DPRD dan dua kecamatan antara lain, Kecamatan Nipah Panjang dan Kecamatan Sadu.
Disusul oleh Pansus II yang juga menyampaikan laporannya melalui juru bicaranya Hj.Dewi Julianti,SE mengatakan setelah melalui mekanisme pembahasannya dalam rapat Pansus II dengan TAPD dan OPD maka pansus II LKPJ Bupati Tanjung Jabung Timur dapat memberikan , saran , pendapat dan rekomendasi kepada
1. Dinas Perumahan dan Pemukiman
2. Dinas Ketahanan Pangan
3. Dinas Perikanan
4. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura
5. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
6. Dinas Perkebunan dan Peternakan
7. Badan Keuangan Daerah
8. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
9. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
10. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.
Kemudian Pansus III yang juga menyampaikan laporannya melalui juru bicara Nugraha Setiawan. S.IP setelah melalui mekanisme pembahasan dalam rapat pansus dengan TAPD dan OPD maka pansus III LKPJ Bupati Tanjungjabung Timur tahun anggaran 2021 memberikan pendapat dan laporannya
1. Dinas Kesehatan
2. RSU Nurdin Hamzah
3. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
4. Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga
5. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
6. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
7. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
8. Dinas Lingkungan Hidup
9. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
10. Dinas Pendidikan
11. Bagian Umum, Bagian Kesra, Bagian Protokol dan Komunikasi.
Hadir dalam rapat paripurna penyampaian laporan Pansus DPRD Tanjungjabung Timur Sekretaris Daerah , Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, para kepala OPD dan juga jajaran Forkompinda.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



