Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Bupati Batanghari Menghadiri Pembukaan Rektor Cup Universitas Jambi Tahun 2023

Published

on

Batanghari – Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, SE Rektor Cup Universitas Jambi tahun 2023, sekaligus liga persahabatan Old Star Pesibri Batanghari, Pemerintah Provinsi Jambi dan Citivitas Akademika Universitas Jambi, Rabu, 17 Mei 2023.

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi  Drs. H. Abdullah Sani, M.Pdi mengatakan, pembukaan Dies Natalis Ke-60 Universitas Jambi (Unja) menjadi ajang mengeratkan komunikasi dan tali silahturahmi antar sesama untuk tetap menjaga kekompakan, solidaritas, disiplin, serta semangat persatuan dan kesatuan dalam meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Jambi.

Hal demikian disampaikan Wagub saat Pembukaan Dies Natalis Ke-60 Universitas Jambi, dan Pembukaan Rektor Cup Cabang Olahraga Sepak Bola Pertandingan Persahabatan/Trofeo Old Star antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari dan Pimpinan Universitas Jambi, bertempat di lapangan Sepak Bola Universitas Jambi Kampus Mendalo.

Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Wagub Sani dan penendangan bola pertama.

Dalam kesempatan ini, Wagub Sani menyampaikan rasa ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua panitia pelaksana, peserta dan semua pihak yang ikut berpartisipasi, yang menunjukkan semangatnya untuk mengikuti pertandingan pada Rektor Cup Cabang Olahraga Sepak Bola.”Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi saya mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-60 Universitas Jambi, dalam kenyataannya Unja semakin eksis dimata masyarakat Provinsi Jambi dan juga provinsi lainya,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani mengatakan, pada tahun ini Universitas Jambi genap memasuki usia ke-60, sebuah masa yang cukup panjang dalam rangka memantapkan jati diri sebagai sebuah perguruan tinggi yang berkualitas di Provinsi Jambi.

“Semoga Universitas Jambi selalu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga mampu mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, inovatif serta memperkuat kuantitas dan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jambi,” kata Wagub Sani.

“Semoga Universitas Jambi mampu mewujudkan visi dan misinya sebagai a world-class Enterprenuership University,” kata Wagub Sani.

Selanjutnya Wagub Sani menjelaskan, sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Animo masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi, sehingga tidak jarang fanatisme masyarakat penggemar kulit bundar ini juga sangat banyak.

“Melalui sepak bola  kita dapat bersatu meskipun berbeda ras, suku, etnis, budaya dan agama, sehingga sepak bola memang merupakan cabang olahraga yang dapat menjadi alat pemersatu bangsa,” kata Wagub Sani.

Wagub Sani  berharap dengan diadakannya pertandingan persahabatan/Trofeo Old Star pada Rektor Cup cabang olahraga sepak bola saat ini, menjadi ajang mengeratkan komunikasi dan tali silahturahim antar sesama untuk tetap menjaga kekompakan, solidaritas, disiplin serta semangat persatuan dan kesatuan.

“Semoga melalui momentum permainan ini, kita juga dapat meningkatkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari dan Pimpinan Universitas Jambi dalam meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Jambi guna mewujudkan Provinsi Jambi yang jauh lebih baik dan maju,” ujar Wagub Sani.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung peningkatan kualitas dan prestasi semua cabang olahraga di Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta dengan seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembangunan dibidang olahraga, termasuk pembinaan atlet/pemain sepak bola Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.

Diakhir kata sambutannya, Wagub berpesan kepada seluruh panitia penyelenggara, peserta serta tim offisial agar melaksanakan dan mengikuti turnamen ini dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa.

Menjadi juara juga bukan tujuan utama, namun yang terpenting adalah menjaga kekompakan dan keamanan sepanjang kegiatan pertandingan berlangsung.

“Seluruh peserta agar melaksanakan dan mengikuti turnamen ini dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play, menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa. Menjadi juara juga bukan tujuan utama, namun yang paling penting adalah menjaga kekompakan dan keamanan sepanjang kegiatan pertandingan berlangsung. Kepada wasit, diharapkan untuk memimpin setiap pertandingan secara adil dan profesional. Dan kepada seluruh peserta, saya berpesan untuk berikan performa terbaik selama pertandingan,” kata Wagub Sani.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Dr. Kamid mengatakan, Universitas Jambi terus berupaya membangun semua fasilitas yang diperlukan oleh mahasiswa, sudah banyak gedung yang dibangun.

“Insya Allah tahun ini sudah banyak yang bisa ditempati, agar masyarakat lebih mengenal unja lebih jauh, yang sudah tidak diragukan dalam rangka memenuhi dan menfasilitasi peningkatan SDM di Provinsi Jambi,” ujar Wakil Rektor.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Inovasi Layanan Publik Jember Raih Apresiasi PWI Jatim Award 2026, Gus Fawait Persembahkan untuk Rakyat

DETAIL.ID

Published

on

Piagam penghargaan PWI Jatim Award 2026 untuk Bupati Jember. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempercepat dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat mendapat pengakuan dari insan pers.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi menerima penghargaan kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI Jatim ke-80 yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis, 16 April 2026 malam.

Kehadiran Bupati Jember dalam acara tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.

Penghargaan dari PWI Jawa Timur ini diberikan atas komitmen nyata Pemkab Jember dalam memangkas sekat birokrasi melalui berbagai platform inovatif.

Dalam keterangan tertulisnya, Gus Fawait menyambut baik apresiasi tersebut dan menganggapnya sebagai dorongan moral bagi seluruh jajaran birokrasi di Jember.

Ia menegaskan bahwa pengakuan ini menjadi pengingat untuk terus konsisten dalam melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,” ucap Gus Fawait.

Sejumlah program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember di antaranya adalah UHC (Universal Health Coverage) Prioritas untuk akses kesehatan gratis, serta Peta Cinta yang memungkinkan warga mencetak KTP dan Kartu Keluarga langsung di kantor kecamatan.

Selain itu, program Wadul Gus’e juga menjadi kanal krusial bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara langsung kepada pimpinan daerah.

Bupati menyatakan bahwa kelancaran program-program tersebut, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan, akan terus didukung dengan ketersediaan logistik yang memadai di tingkat akar rumput.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus proaktif memanfaatkan kanal komunikasi yang telah disediakan pemerintah.

Gus Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Oleh karena itu, ia mempersembahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk keberhasilan kolektif seluruh warga Jember.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemerintah Kabupaten Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju,” tutur.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jember Jadi Poros Ekonomi Baru, Rp 207 Miliar Mengalir Setiap Bulan ke Desa-desa

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember dan Kepala BGN diwawancarai media, Kamis (16/4/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember kini tengah bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru di Jawa Timur melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam peninjauan langsung pada Kamis, 16 April 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkap fakta bahwa program ini bukan sekadar urusan piring makan siswa, melainkan sebuah “suntikan” ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp4 triliun per tahun bagi rakyat Jember.

Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran MBG adalah jawaban nyata atas lesunya harga komoditas pertanian di tingkat bawah.

Ia mengambil contoh nyata dari para petani jeruk di Semboro yang sebelumnya menjerit karena harga anjlok di angka Rp4.000 per kilogram, namun kini setelah program MBG berjalan dan menyerap hasil panen lokal, harga melonjak stabil di angka Rp10.000 per kilogram.

Gairah ini memicu efek domino positif di mana warga kini kembali berlomba-lomba menggarap lahan mereka, sekaligus menepis isu miring di media sosial mengenai ancaman inflasi berbahaya.

“Sekarang warga di sini nanam jeruk semua,” ucap Gus Fawait sembari tersenyum dengan dampak positif program MBG.

Menurut Gus Fawait, pergerakan uang yang masif ini adalah benteng pertahanan Jember dalam menghadapi potensi krisis ekonomi global.

“Kalau ada krisis di dunia, selama MBG jalan, terutama di Kabupaten Jember, InsyaAllah tidak akan berpengaruh pada perekonomian di Kabupaten Jember,” katanya.

Untuk memastikan keberlanjutan program secara presisi, Pemkab Jember bahkan melibatkan akademisi dari Universitas Airlangga guna memantau dampak ekonomi dan pengentasan kemiskinan di setiap kecamatan secara ilmiah.

Senada dengan hal tersebut, Dadan Hindayana membeberkan angka-angka strategis yang menunjukkan betapa besarnya aliran dana yang masuk ke desa-desa.

Saat ini, Jember telah mengoperasikan 207 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 400 unit, di mana setiap satu unit mendapatkan kucuran dana sekitar Rp1 miliar setiap bulannya.

Menariknya, 70 persen dari anggaran tersebut atau setara Rp145 miliar per bulan saat ini, diwajibkan untuk belanja bahan baku kepada petani, peternak, dan UMKM setempat.

Ini berarti, uang negara benar-benar “berhenti” dan berputar di tengah masyarakat lokal, bukan terserap ke distributor besar di luar daerah.

“Uang itu berputar di Jember,” ujarnya.

Namun, di balik optimisme ekonomi tersebut, BGN tetap memasang standar disiplin yang sangat tinggi.

Dadan memberikan peringatan keras bahwa pihaknya telah menghentikan operasional 58 unit pelayanan di daerah lain yang dianggap tidak memenuhi standar fasilitas dan SOP.

Pengawasan berlapis dilakukan untuk menjamin kualitas menu harian, bahkan masyarakat diminta ikut berperan aktif sebagai pengawas melalui dokumentasi foto.

“Kami siapkan sistem pengawasan berlapis. Peran serta masyarakat juga penting untuk memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi foto,” tutur Dadan.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Tekan Gejolak Harga LPG 3 Kg, Bupati Jember Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan stok LPG 3 kilogram yang sempat memicu keresahan warga di berbagai titik.

Melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember memastikan akan mengawal distribusi gas melon tersebut agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa persoalan di lapangan saat ini didominasi oleh praktik penjualan di atas harga resmi yang dilakukan oleh oknum pangkalan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil dirugikan oleh spekulasi harga yang tidak berdasar.

“Yang membuat resah bukan sekadar stok, tapi harga. Banyak pangkalan menjual di atas HET. Kalau hanya sanksi administratif, itu terlalu ringan,” tutur Gus Fawait.

Ia juga menginstruksikan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan mandiri.

“Kalau ada pangkalan menjual di atas Rp18.000, tolong laporkan. Itu sudah melanggar aturan pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pangkalan sesuai ketentuan. Maksimal Rp18.000, tidak boleh lebih,” katanya.

Pihak Pertamina Patra Niaga turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten.

Pertamina memastikan tidak akan ragu untuk memutus rantai distribusi pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran berat demi menjaga integritas penyaluran subsidi energi.

“Menjual di atas HET adalah pelanggaran berat. Sanksi terberatnya pemutusan hubungan usaha atau penutupan pangkalan,” ucap Ahad Rahedi dari Pertamina Patra Niaga.

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs