DAERAH
Forkopimda Merangin Ikuti Penanaman Jagung Serentak di PT SAL
DETAIL.ID, Merangin – Dalam upaya mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2025, Danramil 420-08/Tabir, Kapten Inf Afrida Cahya Satriaji, S.T.Han., mewakili Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Suyono, S.Sos., menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak yang dilaksanakan di lahan PT SAL 1, Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Acara penanaman jagung serentak ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Pj Bupati Merangin, Jangcik Mohza, S.Pd., M.Si, Kapolres Merangin AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si., Kadis Pertanian Kabupaten Merangin, Kapolsek Tabir Selatan, Camat Tabir Selatan, Kades se-Kecamatan Tabir Selatan, ADM PT SAL diwakili Rizaldi CDO wilayah Jambi Sudono PT SAL , Pinca Bulog Merangin, Kepala BPS Merangin, BPJS Ketenagakerjaan dan Babinsa Setempat.
Menurut Kapolres Merangin, AKBP Roni Syahendra, kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan penjabaran Asta Cita Presiden Prabowo.
“Kegiatan ini merupakan penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo, dan kita akan terus mendukung program Pemerintah Pusat, untuk swasembada pangan dan ketahanan pangan, kita akan konsisten menjalankan kegiatan ini agar terus berjalan dengan baik,” ujar Kapolres.
Sebagai jaminan kepada petani, ketersediaan pupuk dan bibit, Polres Merangin akan mengawal sampai ke petani.
“Kita akan kawal pendistribusian bibit dan pupuk agar sampai ke petani dan kelompok petani, selain itu kita akan mengajak petani agar menyampaikan kendala ke kami, agar kita carikan solusinya,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Kapten Inf Afrida Cahya Satriaji, S.T.Han., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Merangin.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memperkuat ketahanan pangan,” ujar Lettu Andri Yunerlim.
Pj Bupati Merangin, Jangcik Mohza, S.Pd., M.Si., juga mengapresiasi kegiatan tersebut, yang menurutnya sangat penting untuk mendukung sektor pertanian lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap, penanaman jagung serentak ini dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan yang lebih baik di Kabupaten Merangin.
“Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT SAL yang telah menyediakan lahan untuk kegiatan tersebut. Semua pihak yang hadir berharap agar program ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di bidang pertanian dan ketahanan pangan,” ucap Pj Bupati Merangin.
Terpisah, CDO wilayah Jambi, Sudono, mengatakan perusahaan sudah menyiapkan lahan 1 ha, lahan untuk penanaman jagung .
“Kita selalu siap mendukung program pemerintah pusat, dan untuk penanaman jagung di wilayah kami sudah kita siapkan seluas satu hektare, dan kita sudah menyiapkan tenaga ahli serta ketersediaan pupuk agar hasil panennya lebih baik,” ujar Sudono.
Jenis bibit jagung yang ditanam di lahan PT SAL, merupakan bibit pilihan yang mudah ditanam dan mudah untuk dirawat.
“Bibit jagung yang kita tanam di lahan kita adalah cimape solid jenis hibrida, yang mudah ditanam dan perawatannya juga mudah, semoga saja hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Reporter: Daryanto
DAERAH
Turunkan Alat Berat, Pemkab Merangin Gotong Royong Massal di Tiga Titik
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melaksanakan aksi gotong royong massal pada Jumat, 27 Maret 2026 guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga pasca libur panjang Lebaran
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik vital di pusat Kota Bangko yang menjadi konsentrasi tumpukan sampah sisa aktivitas hari raya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, serta instansi vertikal lainnya juga turut dikerahkan untuk menyisir kebersihan kota.
Untuk efektivitas pembersihan, Pemkab Merangin juga menurunkan alat berat jenis Beko loader dan membagi personel ke dalam tiga titik utama.
Titik Pertama mencakup Kawasan Komplek Pertokoan Sungai Ulak. Titik Kedua menyasar Area Pasar Bawah dan kawasan Tugu Pedang. Sementara Titik Ketiga berada di wilayah Taman Kota Bangko, Taman Bujang Upik, Pasar Baru, hingga Pasar Rakyat.
Pantauan di lapangan, para peserta tampak antusias berjibaku membersihkan sampah plastik, sisa limbah rumah tangga, hingga membabat rerumputan liar yang mulai meninggi di bahu jalan. Alhasil, wajah Kota Bangko kembali terlihat asri dan nyaman dipandang mata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh elemen yang terlibat dalam agenda “Jumat Bersih” ini. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci dalam menjaga estetika kota.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme baik dari unsur Forkopimda maupun seluruh OPD dan instansi terkait yang turun hari ini. Pasca Lebaran, volume sampah memang mengalami peningkatan. Kami sampai menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah dan merapikan parit,” ujar Sekda Zulhifni.
Melalui goro ini, lanjutnya, Pemkab Merangin ingin memastikan bahwa Kota Bangko kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat yang kembali beraktivitas normal.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk edukasi bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena wajah kota ini adalah cerminan martabat kita bersama,” ucapnya. (*)
DAERAH
Banjir Melanda 11 Kecamatan, Pemkab dan BPBD Pasuruan Bangun Dapur Umum di Shelter Bencana
DETAIL.ID, Pasuruan – Intensitas hujan yang sangat deras ditambah angin kencang selama lebih dari dua jam pada Selasa malam, 24 Maret 2026 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, setidaknya lebih dari 6.650 rumah di 11 kecamatan dilaporkan kebanjiran. Bahkan, ketinggian air sampai 1,5 meter lebih di beberapa wilayah.
Dari 11 kecamatan yang terkena dampak banjir, hampir 6 desa di Kecamatan Beji, airnya belum surut. Enam desa tersebut adalah Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Khusus di Desa Beji, banjir paling parah terjadi di Dusun Pasinan, dimana ketinggian air mencapai 120 sentimeter dengan 72 rumah terendam.
Banjir juga melanda di Desa Jarangan dan Toyaning, Kecamatan Rejoso dengan ketinggian air antara 10-30 sentimeter. Berikutnya 4 kelurahan dan 3 desa di wilayah Kecamatan Bangil yang juga tergenang, yakni Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan dan Masangan. Ketinggian air antara 20-60 sentimeter.
Di Kecamatan Winongan, setidaknya ada 8 desa yang terkena banjir yaitu Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan. Ketinggian air paling tinggi di Menyarik, Gading dan Penataan hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir disebabkan karena intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang terjadi hampir di semua wilayah di Pasuruam dan berlangsung selama lebih dari dua jam.
“Kemarin sore sampai malam hujannya terus turun dengan intensitas sedang sampai lebat ditambah angin kencang. Intensitasnya juga cukup lama sampai lebih dari dua jam,” kata Sugeng melalui sambungan selulernya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Usai kejadian, BPBD bersama relawan langsung ke lapangan untuk melakukan banyak hal. Mulai dari evakuasi korban, pembuatan dapur umum di shelter bencana hingga distribusi makanan siap saji seperti nasi bungkus dan lainnya.
“Kita evakuasi korban ke tempat yang lebih aman, kita bagikan sembako, makanan dan kita aktifkan tiga shelter di Bangil, Winongan dan Rejoso,” ujarnya.
Tak hanya bantuan, Pemkab Pasuruan menurut Sugeng juga menginventarisir kerusakan akibat banjir kali ini.
“Pak Bupati menugaskan kami dan OPD terkait lainnya untuk menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat dampak banjir sekarang,” tuturnya.
Reporter: Tina
DAERAH
Pemerintah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Bakal Pasang Portal Jalan di Delapan Titik
DETAIL.ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan rencana pembangunan alat pengendali dan pengaman jalan berupa portal di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan, keselamatan serta menjaga keawetan infrastruktur jalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 12 Maret 2026, pembangunan portal tersebut akan dimulai pada April 2026. Portal-portal ini akan dipasang dengan spesifikasi tinggi tiang 3,5 meter dan lebar yang menyesuaikan kondisi masing-masing ruas jalan. Material utama yang digunakan adalah besi WF dengan pengecatan warna hitam-kuning berbahan fosfor agar terlihat jelas oleh pengendara.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan pentingnya sinergi dalam kebijakan ini. “Kami mengharapkan kesediaan para stakeholder, terutama pemerintah kecamatan dan desa untuk mensosialisakan kebijakan ini kepada masyarakat serta pelaku usaha angkutan agar menyesuaikan dimensi kendaraannya sebelum melewati ruas jalan tersebut,” katanya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Adapun delapan titik lokasi pembangunan portal tersebut meliputi Ruas Jalan Patalan-Patokan di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto, Ruas Jalan Tamansari-Banjarsawah di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Ruas Jalan Klaseman-Maron di Desa Klaseman Kecamatan Gending serta Ruas Jalan Condong-Manggisan di Desa Betek Kecamatan Krucil.
Selanjutnya, Ruas Jalan Pesawahan – Tiris di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Jabung – Besuk di Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, Ruas Jalan Tiris – Tlogosari di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Wonoasih – Bantaran di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.
Menurut Edy, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah guna mengutamakan keselamatan lalu lintas dan menjaga aset jalan kabupaten yang telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
“Pelaku usaha angkutan kayu, tambang hingga bus pariwisata diimbau untuk segera menyesuaikan tinggi muatannya maksimal 3,5 meter agar tidak terhambat saat melintas,” ujarnya.
Reporter: Tina



