ADVERTORIAL
Al Haris Anak Petani yang Menjadi Sosok Inspirasi Bagi Masyarakat Jambi
Jambi – Nama Al Haris sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Jambi. Al Haris atau dikenal dengan sapaan Wo Haris itu dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 sebagai Gubernur Jambi dua Periode.
Al Haris terpantau telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, hingga mengikuti gladi kotor dan gladi bersih bagi kepala daerah terpilih yang akan dilantik.
Perjalanan Al Haris seorang anak petani hingga kini menjadi Gubernur Jambi dua periode tentu saja penuh inspirasi.
Al Haris lahir 23 November 1973 adalah seorang birokrat dan politikus. Ia merupakan Gubernur Jambi yang menjabat sejak 7 Juli 2021.
Sebelumnya, Haris pernah menjabat sebagai Bupati Merangin dua periode 2013 sampai 2021. Awal karirnya di birokrasi adalah sebagai Lurah Selamat, bahkan Ia mendapatkan penghargaan sebagai lurah teladan se–Kota Jambi tahun 2004–2005.
Jabatan terakhirnya di birokrasi merupakan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi pada tahun 2011 sampai 2013.
Haris adalah anak pertama dari lima bersaudara, dari pasangan Syargawi dan Zuriah, kedua orang tuanya merupakan petani karet di Desa Sekancing, Merangin, Jambi.
Ia memulai pendidikannya di SD Negeri No.176/II di Sumber Jaya, Kecamatan Muara Siau (Saat ini Kecamatan Tiang Pumpung), Kabupaten Merangin dan lulus pada lulus tahun 1985.
Haris lantas melanjutkan pendidikannya ke SMP Swasta PGRI Sekancing. Setelah lulus SMP tahun 1988, Ia melanjutkan pendidikan di SMA Swasta Dharma Bhakti Bangko dan lulus pada 1991.
Semasa SMP, Haris terbiasa membantu ayahnya menyadap karet di kebun sebelum berangkat sekolah. Setelah tamat dari SMP dan mau masuk SMA, ayahnya menjual sebidang tanah untuk biaya pendaftaran dan perlengkapan sekolah.
Ia terpaksa bersekolah di SMA Swasta Dharma Bhakti Bangko, karena saat itu pendaftaran masuk SMA Negeri sudah tutup. Haris sekolah sambil bekerja sampingan menjadi loper koran, jual martabak dan tukang ganti oli untuk membayar biaya sekolahnya, sampai akhirnya menyelesaikan ujian Ebtanas di tahun 1991.
Anak desa ini merantau ke Jambi dan Al Haris melamar pekerjaan di RRI Jambi dan mulai bekerja pada Maret 1992, sebagai Pegawai Negeri Sipil Golongan I bagian staf teknis dengan job operator studio.
Haris kemudian melanjutkan pendidikan diploma di Akademi Sekretaris dan Manajemen Jambi jurusan sekretaris. Kemudian pada tahun 1998, Ia mengambil pendidikan sarjana jurusan Ilmu Administrasi di Politeknik STIA LAN Bandung dan lulus pada tahun 2000.
Kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Hukum di Universitas Jambi, pada tahun 2008 dan lulus pada tahun 2010. Selanjutnya, Ia menyelesaikan gelar doktoralnya untuk Doktor Ilmu Pemerintahan pada tahun 2017, di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Ia kita menyandang gelar lengkap Dr. H A Haris, S.Sos, MH.
Riwayat organisasi
Haris merupakan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia, yang resmi dilantik pada 2 Oktober 2023 dan dihadiri langsung oleh Tito Karnavian, selaku pembina APPSI. Ia menggantikan Isran Noor, sebagai Ketua Umum APSSI periode 2022-2023. Sebelumnya, Haris adalah Wakil Ketua Umum APPSI 2022-2023.
Karier politik yang cemerlang
Bupati Merangin
Al Haris sebagai Bupati Merangin (2013). Pada tanggal 6 Agustus 2013, Haris resmi menjabat sebagai Bupati Merangin, didampingi Abdul Khafid sebagai wakil.
Periode berikutnya, Ia kembali terpilih pada Pilkada Merangin 2018 dan kembali dilantik pada 22 September 2018, didampingi Mashuri sebagai wakilnya diperiode kedua.
Haris menjalankan program Pertisun (perjalanan tidur di dusun) yang membuatnya mengunjungi wilayah pemerintahannya.
Program ini mendapatkan penghargaan Indonesia Visionary Leader untuk kategori inovasi terbaik tentang pemberdayaan masyarakat adat, yang diberikan oleh Sindo Media, pada tanggal 27 Februari 2020.
Gubernur Jambi
Dalam kontestasi pemilihan umum Gubernur Jambi tahun 2020, Al Haris dan Abdullah Sani mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Mereka memenangi pemilihan berdasarkan rekapitulasi hasil pilgub Jambi 9 Desember 2020 dengan memperoleh suara sebanyak 596.621 atau 38,07% dari seluruh suara.
Pada pemilihan suara ulang (PSU) di 88 TPS pada 27 Mei 2021, perolehan suara pasangan Haris-Sani bertambah menjadi 600.733 suara atau 38,26%.
Mereka berdua dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi oleh Joko Widodo, pada 7 Juli 2021.
Al Haris dan Abdullah Sani sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jambi periode kedua
Ia kembali maju menjadi calon Gubernur Jambi di pilkada serentak tahun 2024 bersama Abdullah Sani. Pasangan Haris dan Sani di usung dan di dukung oleh banyak partai atau di kenal dengan koalisi gemuk, yakni ada 14 partai di antaranya Partai Amanat Nasional, Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Persatuan Indonesia, Partai Hati Nurani Rakyat Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Garda Perubahan Indonesia dan Partai Bulan Bintang.
Pasangan ini kembali memenangkan pemilihan Gubernur Jambi
Berdasarkan rekapitulasi hasil pilgub Jambi 27 November 2024, dengan memperoleh suara sebanyak 1.092.823 atau 61,01% dari seluruh suara dan dinyatakan terpilih kembali oleh KPU Provinsi Jambi, pada 9 Januari 2025 berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jambi No. 11 Tahun 2025
Kehidupan pribadi
Haris menikah dengan Hesnidar yang merupakan ajudan istri Zainul Imron. Al Haris dan Hesnidar mempunyai dua orang putri dan satu putra
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



