ADVERTORIAL
Sekda Sudirman Lepas Kontingen BAPOMI Jambi Ikuti Ajang POMNAS XIX Tahun 2025 di Jawa Tengah
Jambi – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman secara resmi melepas Kontingen Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Provinsi Jambi yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Tahun 2025. Ajang bergengsi tingkat nasional tersebut akan digelar di Jawa Tengah pada 16 hingga 27 September 2025, dengan menghadirkan ribuan mahasiswa atlet dari seluruh Indonesia. Prosesi pelepasan kontingen dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, pada Jumat malam, 12 September 2025.
Kontingen BAPOMI Provinsi Jambi tahun ini membawa kekuatan 76 atlet, didampingi oleh 20 orang official dan pelatih, serta tim pendukung. Mereka akan turun pada 13 cabang olahraga dengan 134 nomor pertandingan yang diperlombakan. Para atlet yang diberangkatkan merupakan mahasiswa berprestasi hasil seleksi ketat dari 14 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi, di antaranya Universitas Jambi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Poltekkes Kemenkes Jambi, Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Batanghari, Institut Darul Ulum Sarolangun, serta sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya. Komposisi ini mencerminkan kolaborasi dan komitmen perguruan tinggi di Jambi dalam mencetak generasi muda tangguh di bidang akademik maupun olahraga.
Dalam sambutannya, Sekda Sudirman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi terus berkomitmen mendukung pengembangan olahraga mahasiswa. Tahun ini, Pemprov Jambi kembali mengalokasikan bantuan sebesar Rp.100 juta untuk mendukung keberangkatan kontingen, jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan perlengkapan, seragam, serta operasional kontingen selama mengikuti POMNAS.
“Mudah-mudahan ke depan bantuan ini bisa lebih terstruktur, apakah melalui pola hibah atau mekanisme lain yang dapat diajukan oleh BAPOMI kepada Bapak Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi,” ujar Sekda Sudirman.
Selain memberikan dukungan finansial, Sekda Sudirman juga menitipkan pesan moral kepada para atlet. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kebugaran, serta keseimbangan mental selama mengikuti pertandingan.
“Jangan jadikan pertandingan ini sebagai beban, tetapi anggaplah sebagai kesempatan berharga untuk menambah pengalaman, belajar, sekaligus menjadi ajang rekreasi yang menyenangkan. Meski begitu, semangat juang tidak boleh luntur. Target kita masuk 14 besar, dan mudah-mudahan bisa menembus 10 besar nasional,” ucapnya.
Lebih jauh, Sekda Sudirman menekankan bahwa olahraga tidak hanya soal capaian medali, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Ia mencontohkan bahwa bendera Merah Putih dapat berkibar dalam dua momentum penting, yakni ketika Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri dan ketika atlet Indonesia mengibarkan bendera setelah meraih emas di kancah internasional.
“Dari olahraga, kita belajar arti kebanggaan sebagai bangsa. Harapan saya, adik-adik atlet Jambi bisa menapaki prestasi lebih tinggi hingga ke tingkat mancanegara, mengibarkan Merah Putih, dan membawa nama harum Provinsi Jambi,” tutur Sekda penuh harap.
Sekda Sudirman juga berpesan mengenai pentingnya sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan. Menurutnya, kemenangan sejati tidak hanya terukur dari raihan medali, melainkan juga dari kemampuan memperluas persahabatan, menjaga silaturahmi, dan membangun solidaritas antar-atlet dari seluruh Indonesia.
“Kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi sportivitas harus selalu dijunjung tinggi. Jangan sampai kompetisi justru menambah permusuhan. Sebaliknya, jadikanlah POMNAS sebagai ajang mempererat persaudaraan mahasiswa seluruh Indonesia,” katanya.
Dengan doa, dukungan, dan kerja keras seluruh pihak, diharapkan Kontingen BAPOMI Provinsi Jambi mampu mencatatkan prestasi gemilang di POMNAS XIX Jawa Tengah. “Mari kita melangkah bersama, menjadikan momentum ini sebagai kebangkitan olahraga mahasiswa Jambi, sekaligus sebagai upaya mengibarkan Merah Putih di kancah nasional hingga internasional,” ujar Sekda Sudirman.
Sementara itu, Ketua BAPOMI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, SH., MH., dalam laporannya menegaskan bahwa para atlet telah menjalani persiapan panjang, baik secara teknik, fisik, maupun mental, termasuk melalui simulasi pertandingan yang melibatkan perguruan tinggi di Jambi. Ia menegaskan bahwa kontingen Jambi tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental, dan berkomitmen memberikan yang terbaik di tingkat nasional.
“Kami optimistis kontingen Jambi mampu mempersembahkan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Prof. Fauzi juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya kepada Gubernur Jambi, atas dukungan finansial maupun moral yang diberikan.
“Dukungan Pemprov Jambi sebesar Rp 100 juta sangat berarti, bukan hanya dari sisi praktis, tetapi juga sebagai simbol kepercayaan dan motivasi bagi para atlet. Bahkan seragam kontingen Jambi tahun ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para atlet yang akan berlaga,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tata Penataan Pasar Tanjung
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah konkret guna membenahi Pasar Tanjung sebagai pusat perekonomian rakyat.
Kebijakan ini dirumuskan usai Bupati Jember, Gus Fawait, menemui ratusan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung serta elemen mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 22 September 2026.
Massa aksi yang semula berada di luar gedung diarahkan masuk ke aula pendopo untuk menggelar dialog terbuka secara lesehan.
Dalam forum tersebut, perwakilan pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi penataan lapak di area bawah yang dinilai semrawut hingga berdampak pada kelangsungan usaha pedagang lama.
Bupati Jember menyatakan pembenahan dan pengembalian fungsi pasar tradisional menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
Langkah ini diambil usai dirinya meninjau langsung kondisi lapangan setelah menerima masukan dari para mahasiswa.
“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.
Dari dialog terbuka tersebut, Pemkab Jember menawarkan solusi yang disepakati bersama oleh seluruh peserta forum.
Rencana aksi tersebut mencakup uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar, serta pengaturan jadwal waktu berjualan bagi para pedagang.
Skema hasil kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, 23 September 2026, dengan membuka peluang evaluasi jika dalam pelaksanaannya masih membutuhkan penyesuaian.
Pertemuan ini sekaligus merealisasikan kesanggupan pemkab kepada pedagang sepekan sebelumnya untuk merumuskan pembenahan jangka panjang.
“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” ujar Gus Fawait.
Selain di Pasar Tanjung, program penataan dan penyerapan aspirasi pedagang secara bertahap juga akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lain yang tersebar di wilayah Jember. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Tegaskan Tidak Ada PHK Nakes di Jember
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember Gus Fawait menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan tenaga kesehatan (nakes), meskipun terdapat surplus tenaga medis di berbagai puskesmas.
Penegasan ini disampaikan di sela penyerahan bantuan armada kendaraan operasional dari PT Semen Imasco Asiatic di Kantor Kecamatan Puger, Senin, 21 September 2026 malam.
Penyerahan armada melalui program CSR tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan gowes jajaran Pemkab Jember rute Yosowilangun – JLS – Puger, pembagian bantuan sosial, serta bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis.
Bantuan armada operasional ini disiagakan untuk mengoptimalkan jangkauan program layanan kesehatan Homecare bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memberikan apresiasi langsung atas keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat infrastruktur pelayanan medis di daerah.
“Kolaborasi ini memperkuat kesiapan armada puskesmas dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung di rumah,” ujar Gus Fawait.
Mengenai penataan sumber daya manusia di sektor kesehatan, Pemkab Jember memanfaatkan program Homecare dan gerakan penataan nakes untuk menyerap tenaga medis yang ada.
Kebijakan ini juga disiapkan sebagai jembatan penataan formasi aparatur negara.
“Langkah ini sekaligus menjadi skema penataan formasi agar para nakes dapat diakomodasi dalam pengangkatan PPPK hingga PNS secara bertahap. Selain itu, kebijakan penyesuaian hari kerja dari enam hari menjadi lima hari kerja juga telah diberlakukan untuk menjaga kesejahteraan para nakes,” kata Gus Fawait.
Selain meluruskan isu nakes, Gus Fawait merincikan batas fungsi operasional antara layanan Homecare dengan ambulans penanganan darurat agar pelayanan berjalan tepat sasaran.
“Homecare bertujuan menghadirkan layanan medis berkala dan penanganan dokter bagi warga kurang mampu yang mengidap penyakit kronis atau berjangka panjang,” ucap Gus Fawait.
Sementara fungsi ambulans desa atau rumah sakit ditujukan khusus untuk penanganan kasus gawat darurat yang memerlukan tindakan cepat di fasilitas kesehatan.
“Dengan bertambahnya dukungan armada operasional ini, diharapkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember dapat semakin meningkat dan merata,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Puskesmas Kencong Tegaskan Program Homecare Jember Bukan Sekadar Formalitas Foto
DETAIL.ID, Jember – Tudingan yang menyebut program kesehatan Homecare di Kabupaten Jember hanya bersifat formalitas dan sebatas dokumentasi foto dibantah oleh pihak tenaga medis.
Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, mengungkapkan bahwa anggapan miring di media sosial tersebut muncul karena masyarakat hanya melihat separuh dari prosedur pelayanan yang sebenarnya.
“Pemeriksaan awal di rumah pasien bukanlah akhir dari pelayanan, melainkan langkah awal untuk mendeteksi kondisi kesehatan warga dan menentukan tindakan medis berikutnya,” kata Untung.
Ia menjelaskan, program yang digulirkan Pemkab Jember sejak Juli 2026 ini berfokus membantu warga yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
Kunjungan rutin setiap bulan difokuskan pada 25 ribu keluarga rentan, meliputi warga miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, hingga balita terindikasi stunting.
Di lokasi, petugas medis melakukan pemeriksaan mulai dari cek fisik, perawatan luka, pemantauan kehamilan, hingga pemindaian USG portabel.
Prosedur dilanjutkan dengan tindakan medis terukur.
Jika masalah kesehatan dapat diatasi di tingkat puskesmas, tim medis memberikan pengobatan langsung di tempat.
Namun, bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif, petugas langsung menerbitkan rujukan ke rumah sakit.
Masyarakat luar sasaran yang membutuhkan layanan juga dapat melapor melalui saluran Wadul Gus’e atau puskesmas setempat untuk melalui tahap verifikasi.
Secara hukum, operasional Homecare berpayung pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta diperkuat Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 dan Permenkes Nomor 19 Tahun 2024.
Petugas memastikan bahwa kendala fisik, jarak, dan sosial tidak menjadi penghalang warga dalam memperoleh hak layanan medis.
“Keberhasilan program ini tidak diukur dari seberapa banyak foto yang diunggah ke media sosial atau jumlah rumah yang dikunjungi, melainkan dari terdatanya kondisi pasien, teridentifikasinya kebutuhan medis, serta tersedianya tindak lanjut atau rujukan yang tepat,” ujar Untung. (*)



