Connect with us
Advertisement

NASIONAL

BNPB Perpanjang Status Darurat Corona jadi 91 Hari, Langkah Tepat?

Published

on

BNPB

detail.id/, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan memperpanjang status keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus Corona di Indonesia. Keputusan tertera dalam Surat Keputusan BNPB Nomor 13.A Tahun 2020 yang ditandatangani Kepala BNPB Doni Monardo pada 29 Februari 2020.

Dalam surat keputusan yang beredar pada Selasa (17/3/2020), Kepala BNPB memutuskan :

Kesatu: Menetapkan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Kedua: Perpanjangan Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (sembilan puluh satu) hari, Terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

Ketiga: Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya Surat Keputusan ini dibebankan pada Dana Siap Pakai yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Keempat: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, status keadaan tertentu darurat ditetapkan pada 28 Januari 2020 pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) pada saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Saat itu diperlukan status karena ketika itu belum ada daerah atau pemerintah pusat menentukan status keadaan tertentu darurat. Hingga akhirnya disetujui Menko PMK dan keluarlah status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona pada 28 Januari sampai 28 Februari 2020.

“Kemudian karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang lagi. Karena sampai saat ini belum ada daerah atau nasional yang menetapkan keadaan darurat sehingga BNPB perlu memperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Supaya lebih fleksibel. karena kita tunggu daerah-daerah yang mengeluarkan status keadaan darurat,” kata dia.

Dia mengatakan, presiden telah meminta kepada kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota untuk menentukan dua status darurat di wilayahnya, apakah siaga darurat atau tanggap darurat.

“Untuk siaga darurat, mungkin yang belum ada kasusnya mungkin bisa jaga-jaga. Kemudian tanggap darurat untuk daerah yang sudah banyak positif, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan daerah lain. Tentunya perlu konsultasi dahulu dengan Ketua Gugus Tugas, Kepala BNPB,” kata dia.

Agus menjelaskan, jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

“Karena kita harus bekerja, kita harus keluarkan anggaran sehingga perlu payung hukum, sehingga aman semua ini, terutama mengeluarkan dana siap pakai di BNPB,” kata Agus.

Agus menambahkan, kasus Covid-9 ini bisa disebut bencana non-alam ini sebagai bencana skala nasional. Karena dengan status tersebut, pemerintah mengerahkan segala potensi di Indonesia, baik TNI, Polri, serta dunia usaha dan lainnya untuk mendukung operasi percepatan penanggulangan bencana Covid-19.

BNPB

Doc: liputan6.com

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena mengatakan, pemerintah memiliki perhitungan dan data yang akurat, sehingga akhirnya memperpanjang masa darurat Covid-19. Pemerintah juga dinilai mempunyai peta persebaran potensi eskalasi pasien positif Corona dan juga memiliki skenario penanganan berbagai pola.

“Dalam berbagai data yang masuk ini tentu kalau andai kata kita perkirakan puncaknya sudah penurunan, pasti strateginya berbeda. Tapi memang kan puncaknya belum bisa diprediksi dan diduga, jadi penanganannya ini diperpanjang karena kita belum tahu pola persebaran itu tadi,” kata dia, Selasa (17/3/2020).

Melki pun menilai, pemerintah juga memilki skenario dan memperhitungkan penanganan Corona terkait masa darurat, apalagi bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri. Dia mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid, maka beberapa cara bisa dilakukan, seperti diam di rumah, tidak berada keramaian, serta menjaga jarak

“Dan salah satunya ini diperpanjang, sehingga kita tak berasumsi bahwa sebelum Lebaran sudah beres. Jadi andai kata belum benar kita redakan betul ini kondisinya kita sudah siap, jadi sikap kita itu lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata dia.

Melki mengatakan, DPR tidak bisa mengharapkan ada kondisi ideal dalam penanganan Corona yang dilakukan pemerintah. Sebab, menteri saja sudah terjangkit Covid-19.

“Kita belum tahu lagi siapa yang akan kena. Jadi kita jangan jadi penonton saja dan mengamati saja, kita harus ambil bagian penting dari ini. Pemerintah itu dikasih masukan iya dan tidak harapkan pemerintah saja,” ujar dia.

Mengenai adanya desakan sejumlah pihak agar dilakukan lockdown, kata dia, yang perlu dilakukan adalah meminimalisasi penularan dan mengobati mereka yang terjangkit. Apalagi Indonesia negara yang memiliki banyak pulau, tidak seperti Malaysia.

“Tentu masih ada yang kurang, seperti APD dan perawat medis, tapi bukan berarti penanganannya tidak jalan. Jadi saya imbau kepada daerah jangan selalu berpatokan standar WHO, standar WHO tidak bisa dihadirkan di seluruh wilayah kita karena kita tahu ada masalah distribusi alat kesehatan dan APD-nya, karena faktor bahan bakunya kan dari China, jadi pabrik belum bisa berproduksi maksimal,” kata Melki.

Sehingga, dia berharap semua pihak seperti pihak rumah sakit, TNI, Polri, BUMN, swasta, tenaga mahasiswa kedokteran berpartisipasi memaksimalkan upaya agar masyarakat tak terkena virus.

Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh menambahkan, yang harus menyikapi hal ini bukanlah BNPB, tetapi langsung diketuai presiden karena otoritasnya lebih tinggi.

“Dan jangan hanya diperpanjang saja statusnya, tapi tak dilakukan apa-apa, karena saya masih menemukan sejumlah persoalan di sejumlah RS rujukan yang ternyata belum ada kesiapan yang jelas dalam menerima pasien. Gimana kalau nanti membeludak? Akan tidak siap lagi,” kata dia.

Nihayatul mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan. “Saya ingin memastikan test kit-nya sudah ada berapa, data pemerintah bagaimana, dan bagaimana kesiapan tim medis di RS rujukan, dan bukan hanya di RS rujukan, tapi di puskesmas, tim medisnya siap,” kata dia.

Pengamat Kebijakan Publik Pheni Chalid menilai, status darurat Covid-19 memang harus diperpanjang mengingat masa inkubasi virus tersebut dan penyebarannya yang masih belum terdeteksi dengan baik. Selain itu, ada sikap kurang ketat di Indonesia saat virus tersebut sudah merebak di berbagai negara.

Dia pun menilai, tidak perlu dilakukan lockdown secara penuh. Yang harus dilakukan adalah melakukan lockdown parsial atau seperti isolasi terbatas seperti saat ini.

“Jadi saya setuju kalau kita ingin safe, jadi waktu yang menentukan itu. Kalau negara lain deteksi satu per satu dia telah berhubungan dengan siapa langsung dilacak. Mungkin tidak lockdown penuh, tapi untuk 90 hari itu oke untuk Indonesia sudah cukup itu,” kata dia.

Dia pun menilai, kebijakan lockdown yang parsial dilakukan karena, alat dan dokter di Indonesia masih terbatas. Selain itu, hanya ada beberapa rumah sakit, misalnya di DKI Jakarta, yang bisa menerima pasien positif Covid-19.

Pheni Chalid mengatakan, kalau diberlakukan lockdown secara keseluruhan, maka risikonya adalah pemerintah harus bekerja keras mempersiapkan semuanya. Misalnya, perlengkapan untuk petugas kesehatan harus lengkap, suplai bahan pokok, hingga obat-obatan juga harus lengkap.

“Dan itu hanya tergantung dari pemerintah. Nah, pemerintah kita tidak begitu efektif kan dalam penanganan dalam hal kasus-kasus kaya ini saja. Hadapi Covid-19, enggak ada respons sudah Wuhan sudah sekian banyak, kita merasa belum ada. Setelah ada beberapa meninggal baru oh sudah di mana mana, seminggu ini sudah ribut lalu menjadi menakutkan karena tiba tiba sudah ke mana-mana,” kata dia.

“Itu kalau di negara yang tidak ketat memantau, peralatan terbatas, hanya waktu yang bisa memungkinkan bisa meredakan Covid-19 itu,” kata dia.

Agar lockdown parsial ini efektif, maka masyarakat harus mengurangi aktivitasnya. Lockdown parsial atau terbatas ini, kata dia, masih ada ruang untuk masyarakat mencari kebutuhannya, tapi dengan ekstra waspada.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota untuk membahas penanganan penyebaran Covid-19. Dia pun menegaskan bahwa karantina wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat yang berada di bawah kewenangan Presiden Jokowi.

“Di sini saya sampaikan ke Pak Gubernur tentang karantina wilayah ini, karena menyangkut aspek ekonomi, maka selain Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, untuk pembatasan wilayah, karantina wilayah, itu adalah menjadi kewenangan pusat,” kata Tito saat konferensi pers di Balai Kota, Selasa (17/3/2020).

Mantan Kapolri itu menuturkan bahwa karantina wilayah berkaitan dengan segi ekonomi yang mana menurutnya akan berkaitan langsung dengan masalah moneter dan fiskal. Jika faktor ini ditelaah lagi, kata Tito, sesuai dengan Undang-Undang 23 Tahun 2014 kewenangan itu secara absolut berada di tangan presiden.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, menjadi urusan absolut yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Pak Presiden,” ujarnya.

NASIONAL

SMA Kolese De Britto Buka Penerimaan Siswa Baru 2027/2028, Menandai 78 Tahun Perjalanan Pendidikan dan Langkah Menuju Dasawindu 2028

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Yogyakarta – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese De Britto Yogyakarta, sekolah yang berdiri sejak 19 Agustus 1948 ini secara resmi membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2027/2028. Pembukaan PSB menjadi bagian penting dari momentum ulang tahun sekolah sekaligus menandai dimulainya langkah baru menuju Dasawindu 2028, sebuah tonggak delapan dasawarsa perjalanan pendidikan SMA Kolese De Britto.

Momentum ini bukan sekadar pembukaan penerimaan siswa baru. Lebih dari itu, penerimaan siswa baru menjadi pintu masuk bagi generasi muda yang ingin mengalami pendidikan khas De Britto: pendidikan yang memadukan kemampuan akademik, pembentukan karakter, kepemimpinan, kebebasan yang bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Sejak berdiri pada 19 Agustus 1948 di bawah asuhan Ordo Jesuit, De Britto memiliki tradisi panjang dalam mendidik kaum muda menjadi pribadi yang berkarakter. Dalam proses penerimaan siswa baru ini menegaskan bahwa pendidikan di De Britto tidak berhenti pada pencapaian akademis, tetapi juga memberi ruang luas bagi proses formasi nonakademis yang membantu siswa bertumbuh menjadi seorang pemimpin.

Karena itu, menjadi bagian dari De Britto berarti memasuki sebuah proses pendidikan yang mengajak siswa berani belajar dan berani tumbuh bersama. Proses tersebut diwujudkan melalui berbagai pengalaman pembentukan, mulai dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Latihan Kepanduan Tingkat Dasar (LKTD), Studi Ekskursi, Live-in Sosial, Orientasi Profesi hingga Retret. Setiap pengalaman dirancang agar siswa tidak hanya mengetahui sesuatu, tetapi juga mengalami, merefleksikan, dan menemukan makna dari proses pertumbuhannya.

Semangat tersebut juga tercermin dalam lima dimensi pembentukan pribadi yang menjadi bagian penting kehidupan pendidikan De Britto 1L + 5C: Leadership, Competence, Conscience, Compassion, Commitment dan Consistency. Siswa didorong menjadi pribadi yang memiliki kemampuan, terbuka terhadap pengetahuan dan pengalaman baru, memiliki hati nurani yang benar, mampu memperjuangkan keadilan dengan bela rasa, serta setia pada nilai dan komitmen yang diyakininya.

Di bidang pengembangan minat dan bakat, calon siswa juga akan menemukan berbagai pilihan kegiatan. De Britto menyediakan beragam ekstrakurikuler olahraga seperti sepak bola, bola basket, bola voli, bulu tangkis, pencak silat, futsal, hingga Pencinta Alam De Britto (PADEBRI). Di bidang seni tersedia antara lain Teater De Britto, Karawitan Gangsa Kukilo, Chamber, Sinematografi, English Club, Choir, Jurnalistik, Orchestra, dan Sanggar Seni. Sementara itu, bidang minat akademik mencakup Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, Ekonomi/Akuntansi, Debat, Teknologi Informasi, dan Robotik.

Pendaftaran Dibuka 19 Agustus hingga 2 November 2026

Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMA Kolese De Britto Tahun Ajaran 2027/2028 dibuka mulai Rabu, 19 Agustus 2026 hingga 2 November 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui psb.debritto.sch.id.

Berdasarkan informasi penerimaan siswa baru, rangkaian seleksi dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tes di SMA De Britto dijadwalkan pada 20–22 November 2026, sedangkan bagi peserta Indonesia timur di wilayah Makassar dan Indonesia barat di Palembang tes dijadwalkan pada 27–29 November 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 14 Desember 2026.

Dalam PSB sejumlah persyaratan dan dokumen yang perlu disiapkan calon peserta, antara lain pas foto, rapor SMP semester 1–4, serta akta kelahiran dan kartu keluarga dalam format PDF. Adapun seleksi penerimaan siswa baru ini meliputi tes; 1). Kognitif, 2). Psikotes, 3). Wawancara, dan 4). Kebugaran Jasmani. Informasi tersebut merupakan bagian dari proses administrasi penerimaan siswa baru.

Pembukaan PSB pada hari ulang tahun sekolah menjadi simbol bahwa setiap perayaan bukan hanya tentang menengok masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan. 78 tahun De Britto adalah perjalanan yang perlu disyukuri, sekaligus tanggung jawab untuk terus memperbarui diri.

Menuju Dasawindu 2028, De Britto ingin terus menjaga tradisi yang baik sembari berani membaca perubahan zaman. Sebab, tradisi pendidikan tidak dimaksudkan untuk membuat generasi muda tinggal di masa lalu. Tradisi justru menjadi pijakan agar kaum muda mampu melangkah lebih jauh, menghadapi masa depan dengan keberanian, kompetensi, hati nurani, dan kepedulian.

Dengan dibukanya PSB Tahun Ajaran 2027/2028, SMA Kolese De Britto kembali membuka pintu bagi para calon siswa yang ingin berani belajar, berani tumbuh bersama, dan berani mengambil bagian dalam perjalanan pendidikan menuju masa depan. (*)

Continue Reading

NASIONAL

Membanggakan! Achmad Fachri Mubarok Putra Jambi yang Kibarkan Bendera di Istana Merdeka Jakarta

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Nama Achmad Fachri Mubarok ikut menjadi sorotan pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Pelajar SMKN 1 Kota Jambi itu dipercaya menjalankan tugas penting sebagai Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional 2026. Ia mendapat tugas sebagai pembentang bendera Merah Putih dalam upacara yang disaksikan langsung Presiden, Wakil Presiden, serta sejumlah tokoh nasional.

Achmad Fachri merupakan putra Jambi yang terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026 setelah mewakili Provinsi Jambi. Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jambi.

Tugas itu pun berhasil dijalankan Achmad Fachri dengan baik. Sikap tenang dan disiplin yang ditunjukkannya saat bertugas membuat namanya semakin mendapat perhatian.

Namun, di balik keberhasilannya menjadi Paskibraka Nasional, Achmad Fachri ternyata memiliki kemampuan lain yang cukup menarik. Ia mahir berbahasa Arab dan memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Kemampuan bahasa Arab tersebut sudah dipelajarinya sejak duduk di bangku SMP sederajat. Kemampuannya itu terlihat saat Achmad Fachri diwawancarai salah satu televisi swasta nasional dan menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Arab.

Dalam wawancara tersebut, Achmad Fachri menyampaikan keinginannya untuk terus belajar setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Nasional. Ia ingin memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk mengejar cita-citanya melanjutkan kuliah ke Mesir.

“Jadi sedikit sekilas tadi yang dibilang oleh Fahri bahwa habis ini, setelah menjadi petugas Paskibraka Nasional, Fahri ini ingin belajar sungguh-sungguh untuk nanti melanjutkan kuliah di Mesir, Al-Azhar,” ujar reporter SCTV saat menerjemahkan pernyataan Achmad Fachri.

Cita-cita tersebut menunjukkan bahwa bagi Achmad Fachri, menjadi Paskibraka Nasional bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, pengalaman berdiri di Istana Merdeka menjadi penyemangat untuk terus belajar dan meraih impian.

Keberhasilan Achmad Fachri menjalankan tugas di Istana Merdeka mendapat apresiasi dari Gubernur Jambi Al Haris dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah.

Al Haris menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan. Menurutnya, Achmad Fachri telah menunjukkan bahwa pelajar Jambi mampu tampil dan dipercaya dalam agenda kenegaraan di tingkat nasional.

“Ini luar biasa karena bisa tampil di posisi yang luar biasa, bertugas sebagai pasukan pengibar bendera,” ujar Al Haris.

Al Haris berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar dan generasi muda Jambi lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda Jambi lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.

Kebanggaan juga disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah. Ia menilai keberhasilan Achmad Fachri menjalankan tugas di Istana Merdeka menjadi teladan bagi generasi muda di Provinsi Jambi.

“Kami sangat bangga Achmad Fachri Mubarok bertugas dengan lancar dan baik. Ini menjadi semangat dan teladan bagi generasi muda di Provinsi Jambi,” ujar Hafiz Fattah.

Bagi Hafiz, kepercayaan yang diberikan kepada Achmad Fachri menjadi bukti bahwa pelajar Jambi mampu bersaing dan mendapat kepercayaan di tingkat nasional.

“Kami mendoakan ke depannya Achmad Fachri terus menorehkan prestasi positif dan membanggakan Jambi,” katanya. (*)

Continue Reading

NASIONAL

Menuju Dasawindu, De Britto Membuka Ruang bagi Kota dan Masa Depan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Yogyakarta – Delapan puluh tahun bukan sekadar penanda usia. Bagi SMA Kolese De Britto Yogyakarta, delapan dekade merupakan perjalanan panjang untuk terus membaca perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai yang telah menjadi fondasinya sejak 1948. Semangat itulah yang mewarnai rangkaian kegiatan “Menuju Dasawindu 1948–2028”, sebuah perayaan yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui ruang-ruang perjumpaan, pembelajaran, dan kolaborasi bersama masyarakat.

Selama Agustus 2026, SMA Kolese De Britto dipenuhi beragam aktivitas yang mengajak publik terlibat dalam kehidupan sekolah. Rangkaian tersebut diawali dengan Upacara Bendera memperingati HUT RI Ke-81, Kenduri memperingati HUT Sekolah ke-78, dilanjutkan Misa Syukur Ulang Tahun dan sekaligus penanda pembukaan Dasawindu sekaligus peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung Dasawindu. Selain itu rangkaian kegiatan meliputi; Expo Perguruan Tinggi, Open House dengan lomba-lomba dari (TK, SD, SMP), hingga Expo Lembaga Pendidikan Katolik se-DIY (tingkat TK-SMA). Seluruh kegiatan menjadi ungkapan syukur sekaligus wujud keterbukaan sekolah kepada masyarakat luas.

Momentum keterbukaan itu semakin terasa melalui Expo Perguruan Tinggi pada 21–22 Agustus 2026 yang menghadirkan lebih dari 30 perguruan tinggi. Para siswa memperoleh kesempatan berdialog langsung mengenai pilihan studi lanjut, sistem seleksi, peluang beasiswa, hingga berbagai dinamika kehidupan kampus. Lebih dari sekadar pameran pendidikan, kegiatan ini menjadi ruang bagi kaum muda untuk mulai merancang masa depannya dengan lebih sadar dan terarah.

Semangat tersebut berlanjut dalam Open House pada 22 Agustus 2026. Masyarakat diajak mengenal lebih dekat kehidupan SMA Kolese De Britto melalui talkshow, pameran ekstrakurikuler, bazar, lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak, Leadership Legacy Challenge untuk pelajar SMP, serta Expo Lembaga Pendidikan Katolik se-DIY. Sekolah tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, tetapi berubah menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan keluarga, calon siswa, alumni, komunitas, dan berbagai lembaga pendidikan dalam suasana yang terbuka dan penuh dialog.

Rangkaian Menuju Dasawindu mencapai makna yang semakin luas ketika pada Sabtu, 29 Agustus 2026, SMA Kolese De Britto dipercaya menjadi tuan rumah The 12th Urban Social Forum (USF) 2026 yang mengangkat tema “Another City is Possible”. Forum ini mempertemukan komunitas, akademisi, organisasi masyarakat sipil, aktivis, dan warga untuk mendiskusikan berbagai gagasan tentang kota yang lebih inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, serta dibangun melalui partisipasi aktif masyarakat.

Kepercayaan menjadi tuan rumah Urban Social Forum menunjukkan bahwa pendidikan hari ini tidak lagi berhenti di dalam ruang kelas. Sekolah memiliki peran sebagai ruang publik yang mempertemukan beragam gagasan, memperkuat kolaborasi lintas komunitas, sekaligus mengajak generasi muda terlibat dalam percakapan mengenai masa depan kota dan kehidupan bersama. Di tengah berbagai tantangan sosial dan lingkungan, pendidikan ditantang untuk melahirkan warga yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpartisipasi dalam perubahan.

Nilai tersebut sejalan dengan tradisi pendidikan Jesuit yang selama puluhan tahun dihidupi SMA Kolese De Britto. Pendidikan dipahami sebagai proses membentuk manusia yang utuh, pribadi yang cerdas secara intelektual, peka terhadap realitas sosial, memiliki hati nurani yang jernih, serta mampu menghadirkan belas kasih dan kepemimpinan yang melayani. Karena itu, ketika sekolah membuka ruang bagi masyarakat, sesungguhnya yang sedang dibangun adalah ekosistem belajar yang hidup, tempat setiap orang dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan menemukan harapan bersama.

Melalui rangkaian kegiatan Menuju Dasawindu hingga penyelenggaraan Urban Social Forum, SMA Kolese De Britto ingin menegaskan bahwa pendidikan selalu memiliki dimensi sosial. Sekolah tidak hanya mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan pribadi, tetapi juga mengajak mereka ikut bertanggung jawab atas masa depan masyarakat.

Pada akhirnya, Menuju Dasawindu bukan sekadar mengenang perjalanan sejak tahun 1948. Ia menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bahwa pendidikan terbaik lahir dari perjumpaan, dialog yang jujur, kolaborasi yang setara, dan keberanian membuka ruang bagi siapa pun untuk bertumbuh bersama.

Menjelang usia delapan puluh tahun, SMA Kolese De Britto memilih merayakan sejarahnya bukan dengan menoleh ke belakang, melainkan dengan melangkah ke depan, menghadirkan pendidikan yang semakin relevan bagi zaman, berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, dan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs