DAERAH
Bupati Sarolangun Sambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya
detail.id/, Sarolangun – Bupati Kabupaten Sarolangun, Jambi, H Cek Endra bersama jajarannya menyambut kunjungan kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum di Kecamatan Air Hitam, Selasa (7/7/2020).
Kunjungan tersebut dalam rangka serah terima Perumahan Kampung Madani Kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam.
Bupati Sarolangun, H Cek Endra dalam paparannya saat pertemuan di pendopo Perumahan Kampung SAD tersebut mengatakan pembangunan Kampung Madani Suku Anak Dalam (SAD) berawal dari kunjungan Presiden Jokowi pada tahun 2015. Saat itu sedang marak terjadinya Karhutla.
Kala itu, kata Cek Endra muncul ide dari Presiden untuk membangun perkampungan bagi komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di daerah itu.
“Sebenarnya pada saat kunjungan itu selain soal karhutla, Pak Presiden bercerita kepada saya sebenarnya kunjungan beliau bukan hanya soal itu. Tapi beliau mendapat informasi soal adanya warga SAD yang menjadi korban Karhutla,” kata Cek Endra.
Dari kunjungan tersebut kemudian secara bertahap Pemerintah Kabupaten Sarolangun membangun berbagai koordinasi lintas sektor, termasuk pihak TNI, kemudian terbangunlah perumahan tersebut.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengatakan, keterlibatan TNI dalam program pembangunan tahap pertama ini merupakan bagian dari upaya memanusiakan kaum SAD.
“Warga SAD harus hidup layak seperti kita-kita ini, karena mereka ini adalah saudara kita. Namun semua ini butuh proses dan butuh waktu. Dan kerja sama semua pihak, sinergitas membangun negeri,” katanya.
Selain itu Mayjen TNI Irwan mengatakan kedatangannya dalam kesempatan ini juga untuk mengecek hasil terakhir dari pembangunan tahap pertama perumahan kawasan terpadu Kampung Madani SAD ini.
“Kita membantu Pemerintah daerah dalam rangka menjadikan kawasan ini untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya. Ada bantuan dari TNI, Polri, dan PUPR pusat untuk sarana prasarananya, sekarang saya serahkan dulu yang selesai dibangun ini, artinya hari ini serah terima tahap pertama,” kata Mayjen TNI Irwan.
Ia menyebut, pasca serah terima ini, pengelolaannya diserahkan ke Pemerintah daerah. Terserah Bupati mengaturnya bagaimana ke depannya, namun pihak TNI tidak akan lepas tangan begitu saja.
“Nanti pengelolaannya dinas terkait yang ada di Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang akan ditunjuk oleh Bupati, dan kita dari pihak TNI tidak akan lepas tangan, tentu akan membantu terus. Hanya saja hari ini kita serahkan dulu yang ada di tahap pertama ini,” katanya.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]
Pantauan detail saat kunjungan tersrbut, hadir juga Ketua DPRD Sarolangun, Tontawi Jauhari, Sekda, para Kepala Dinas, Camat Air Hitam, Asisten II Pemkab Sarolangun, Kakan Kesbangpol, Danrem 042 Gapu Jambi, Dandim 0420/Sarko dan pejabat daerah terkait lainnya.
DAERAH
Pemkab dan DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Lima Ranperda
DETAIL.ID, Pasuruan – DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar rapat paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Pasuruan Non APBD 2026 di di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan pada Senin, 28 September 2026.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobi Asrori mewakili Bupati Pasuruan, Ketua Fraksi DPRD, Anggota DPRD, OPD, Camat dan para undangan lainnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menyampaikan pihaknya mendengarkan rancangan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Non APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2026.
Selanjutnya, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan lima rancangan daerah Non APBD 2026. Lima Raperda yang diajukan di antaranya: Raperda tentang Kerja Sama Daerah, Raperda tentang Perubahan keempat atas Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pemdes, Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 tahun 2025 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Raperda tentang Penyertaan Modal dan Raperda tentang Pencabutan Raperda No 9 tahun 2010 tentang Perseroan Terbatas Pasuruan Migas.
Shobih Asrori juga menyampaikan bahwa kelima Perda tersebut merupakan upaya dalam rangka Pemerintah Daerah mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif, efisien dan represif.
“Raperda ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola, di samping mempunyai kepastian hukum, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, kemitraan pembangunan dan perekonomian desa serta penyempurna tata kelola BUMD serta kelembagaan daerah,” katanya.
Raperda yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan akan direspons oleh fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan dalam Rapat Paripurna kedua dalam rangka pemandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda Non APBD 2026.
Reporter: Tina
DAERAH
Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian
DETAIL.ID, Jakarta – Transformasi layanan yang dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) diarahkan untuk memberikan kepastian lebih kepada masyarakat. Di momen Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 pada Kamis, 24 September 2026, Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan mengajak jajaran untuk bersungguh-sungguh dalam bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagaimana tema HANTARU tahun ini, yaitu “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”.
“Ini pula momentum kita untuk membuktikan bahwa transformasi ATR/BPN bukan hanya perubahan sistem dan teknologi, tetapi transformasi yang sejujurnya adalah perubahan dari sisi budaya kerja kita dalam menyokong masyarakat. Dari yang tidak pasti menjadi lebih pasti, dari yang rumit mudah-mudahan bisa menjadi sederhana, dari yang tertutup menjadi terbuka, dan dari yang sekadar memastikan berkas menjadi benar-benar memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujar Wamen Ossy dalam Ramah Tamah HANTARU 2026, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Perubahan tersebut telah dijalankan bertahap dalam dua tahun terakhir melalui sejumlah langkah. Di antaranya, dalam Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak, transformasi Organisasi Berbasis Wilayah, serta digitalisasi layanan. Berbagai perubahan terus didorong agar proses pelayanan semakin jelas dan kepastian yang dibutuhkan masyarakat dapat diberikan dengan lebih baik.
Dengan transformasi layanan, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat perubahannya. Kemudahan pelayanan, kepastian atas tanah, proses yang transparan, serta layanan yang diberikan dengan sungguh-sungguh menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN.
“Karena itu, dalam momentum HANTARU tahun ini, jangan kita sekadar memaknai sebagai sebuah perintah pembangunan. Mari kita jadikan bersama sebagai tekad dan momentum kita semua agar ini bisa menjadi titik tolak pembaharuan kita ke depan,” ujar Wamen ATR/Waka BPN).
Kegiatan Ramah Tamah yang jadi rangkaian acara Peringatan HANTARU 2026, berlangsung sesaat setelah upacara selesai dilaksanakan. Dalam kegiatan ini, turut hadir para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. (*)
DAERAH
Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA
DETAIL.ID, Jakarta – Di momen peringatan 66 tahun berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menegaskan pentingnya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Di hari yang juga bertepatan dengan Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026, Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid mengungkapkan bahwa berdasarkan usulan pemerintah daerah, data LP2B secara nasional kini sudah mencapai 87,63%.
“LP2B secara nasional telah mencapai 87,63%, ini melampaui target 87% sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029,” ujar Menteri Nusron dalam Upacara Peringatan HANTARU yang diadakan di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penetapan LP2B minimal 87% pada 2029, dengan target bertahap 78% pada 2026, 81% pada 2027, dan 84% pada 2028.
Meski sudah melampaui target, Menteri Nusron menegaskan bahwa upaya perlindungan LP2B belum selesai. Seluruh data LP2B yang telah diusulkan pemerintah daerah perlu segera diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang (RTR), baik Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Untuk itu, saya kembali meminta dukungan penuh para gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia untuk mempercepat proses integrasi tersebut,” kata Menteri Nusron.
Menurutnya, integrasi tersebut juga bagian dari upaya menjadikan tata ruang sebagai dasar dalam rencana pembangunan. “Setiap pembangunan harus mengacu kepada RTR agar pemanfaatan ruang berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN. (*)



