PERISTIWA
Penemuan Jasad Perempuan Setengah Bugil Gegerkan Warga Tebo
DETAIL.ID, Tebo – Seorang wanita ditemukan meninggal dunia di kebun karet, tepatnya di RT.006 Dusun Sungai Bekaruk, Desa Pasir Mayang Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Selasa 27 Juli 2021. Perempuan yang diduga korban pembunuhan ini, ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.
Penemuan ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Maharatua Siregar,S.I.K. “Iya benar, telah ditemukan mayat perempuan di Dusun Sungai Bekaruk, Desa Pasir Mayang,” kata Maharatua, Rabu 28 Juli 2021.
Hasil penyelidikan sementara kata Kasat, korban warga RT.007 Dusun Teluk Betung 2, Desa Pasir Mayang. Korban bernama Arbaiah (43) yang bekerja sebagai buruh harian lepas (BHL) di PT. Wanamukti Wisesa.
Kronologis kejadian, Selasa 27 Juli 2021 sekira pukul 06.00 WIB, korban berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Revo warna hitam. Tiba di lokasi kerja (PT. Wanamukti Wisesa), korban tidak jadi kerja karena ada salah seorang karyawan yang meninggal dunia. Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WIB korban pergi meninggalkan lokasi kerja.
Namun hingga Magrib korban tidak sampai ke rumah. Hal itu membuat keluarga khawatir dan langsung melakukan pencarian di sekitar kebun karet milik korban, di RT.006 Dusun Sungai Bekaruk Desa Pasir Mayang.
Sekitar pukul 21.00 WIB, pihak keluarga melihat tumpukan ranting di pinggir jalan setapak dalam kebun karet milik korban. Kerena Penasaran, pihak keluarga langsung menghampiri dan membuka tumpukan ranting tersebut.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical” include_category=”3,4″]
Setelah dibuka, ternyata ada sesosok jasad perempuan dengan kondisi setengah telanjang. Warga pun langsung memberitahukan penemuan ini kepada pihak Polsek VII Koto Ilir.
Mendapat informasi dari keluarga korban, Kapolsek VII Koto Ilir bersama anggota bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Tiba di TKP petugas langsung melakukan olah TKP dengan memberi police line di TKP.
“Saat itu kondisi korban telentang sudah tidak bernyawa dan badan kaku. Korban memakai celana sot warna abu-abu, baju kaos terangkat ke atas menutupi wajah dan nampak perut serta payudara,” jelas Kasat Reskrim.
Lebih jauh Kasat menjelaskan, pada bagian perut korban terdapat luka memar merah memanjang. Kedua tangan korban terikat karet benen dengan mulut tersumpal celana dalam wanita,
“Setelah sempalan mulut korban dibuka, pihak keluarga meyakini jika itu adalah korban yang sedang dicari,” katanya.
Setelah itu, tim langsung mengamankan barang bukti dan memasukan jasad korban ke kantong jenazah. Jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Rimbo Bujang untuk dilakukan pemeriksaan medis serta VER.
“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Jadi setelah dilakukan pemeriksaan medis, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.
Kasat berkata, anggotanya saat ini dikerahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Sejumlah barang bukti atas kasus ini juga telah diamankan,”Kita juga tengah mencari keberadaan sepeda motor milik korban. Sebab menurut keterangan para saksi, korban mengendarai sepeda motor. Sementara di TKP tidak ditemukan sepeda motor yang dimaksud,” pungkasnya.
Reporter: Syahrial
PERISTIWA
Gubernur Al Haris Dorong Jalan Khusus Batu bara Rampung Tahun 2026, Sinyal Lanjut Pembangunan Underpass PT SAS
DETAIL.ID, Jambi – Setelah dihentikan sementara pada pertengahan September 2025 lalu, pembangunan underpass jalan khusus batu bata PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di wilayah Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi dan Desa Mendalo Darat, Muarojambi yang menuai penolakan dari masyarakat sekitar tampak bakal segera beroperasi lagi.
Sinyal tersebut muncul dalam rapat evaluasi progres pembangunan jalan khusus batu bara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor serta 3 perusahaan pengembang jalan khusus batu bara yang sudah mulai bekerja sejak 2023 lalu yakni PT Inti Bangun Sarana (IBS), PT Putra Bulian Property (PBP), dan PT Sinar Anugerah Sukses (SAS).
Persoalan yang dihadapi oleh para pengembang hampir sama, ketiganya terkendala pada beberapa titik lahan yang belum dibebaskan. Untuk PT IBP yang melakukan pembangunan jalan dengan trase Sarolangun – Tenam, Batanghari sepanjang 72 kilometer, terdapat 29 kilometer yang berada dalam kawasan hutan.
Pembebasan lahan diklaim sudah dapat persetujuan dari Kementerian Kehutanan. Namun terdapat koperasi yang menguasai areal lahan tersebut, yakni Koperasi Alam Sakti. Pihak koperasi disebut enggan untuk mengizinkan pembangunan jalan khusus lantaran beririsan dengan jalan swadaya yang mereka gunakan.
Sementata PT PBP, yang menyambung pembangunan jalan khusus PT IBS dari Batanghari – Muara Jambi sepanjang 94.3 kilometer mengaku terdapat 49 bidang lahan yang belum dibebaskan, paling banyak di wilayah Kabupaten Muarojambi. Beberapa pemilik lahan disebut mematok tarif tinggi.
Sementata pihak PT SAS, dengan panjang pengerjaan 108 kilometer dari Sarolangun – Kota Jambi, mengaku bahwa terdapat 20.89 kilometer atau 13 persen dari lahan yang dibutuhkan, juga terkendala pembebasan lahan. Selain itu pihak PT SAS juga menyampaikan kendala mereka seperti penolakan dari masyarakat terkait pembangunan underpass jalan khusus di wilayah Mendalo Darat, dan Aur Kenali serta TUKS-nya.
Usai rapat, Gubernur Jambi Al Haris pun mengajak kepada para pengembang agar melibatkan peran aktif dari unsur Forkopimda di daerah-daerah pembangunan jalan khusus.
”Kalau misal soal lahan yang mungkin kendalanya mungkin di masyarakat, seperti apa kan kita punya bupati wali kota ada camat ada kepala desa. Ini bisa kita komunikasikan, kalau ada hubungan dengan perusahaan kita bisa mediasikan,” ujar Al Haris.
Gubernur Jambi tersebut mengakui bahwa persoalan batu bara di Provinsi Jambi sudah lama bergulir, dia pun berharap pembangunan jalan khusus terus berprogres agar batu bara bisa beroperasi tanpa melewati jalan nasional. Sebab menurut Gubernur, pertambangan batu bara merupakan salah satu sektor terbesar dalam perekonomian Jambi.
”Kita harus akui itu, berapa jumlah sopir yang bekerja tempo hari kan tidak lagi sekarang. Kemudian juga yang bekerja di tambang sendiri dan sebagainya kan banyak,” katanya.
Soal kendala-kendala para pengembang dilapangan Al Haris kembali menyampaikan untuk berkomunikasi dengan kepala daerah dilokasi pembangunan. Salah satunya seperti persoalan yang sedang dihadapi PT SAS.
”PT SAS saya sudah minta Pak Wali Kotalah. Artinya kan ini di Kota Jambi saya menyerahkan sepenuhnya kepada wali kota. Karena beliau dengan jajarannya mungkin dengan camat, lurah dengan RT. Tapi saya berfikir bahwa ketika investasi sedang berjalan, kemudian juga ada gangguan, ya coba ditelusuri masalahnya,” katanya.
Menurut Al Haris, sepanjang pembangunan tidak merusak tatanan yang ada. Seharusnya pembangunan bisa tetap berlangsung. Kecuali, kata Haris, ini memang sudah ada buktinya kemudian tidak mungkin lagi dilanjutkan baru kemudian mencari alternatif lain.
Pendekatan langsung terhadap masyarakat terdampak dinilai penting dalam menemukan kekesepakatan. Serta pembuktian bahwa tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.
”Kalau memang mentok, ga ada solusi ya bikin Plan B-nya artinya kita harus pindah, cari lokasi lain. Ya itu semua ada alternatif, siapkanlah itu semua oleh mereka,” katanya.
Ditengah sejumlah persoalan yang dihadapi para pengembang. Gubernur Jambi mendorong agar jalan khusus terus berprogres. Soal target jalan khusus batu bara rampung 100 persen. Gubernur Jambi berharap secepatnya. Katanya, mesti jalan juga.
”Secepatnya, kalau bisa 2026 ini sudah clear semuanya. Karena kita butuh juga kan, batu bara mesti jalan juga,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Polri Goes To School di SMAN 6 Merangin, Ini Amanat Kasat Narkoba
DETAIL.ID, Merangin – Dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif, Kasat Resnarkoba Polres Merangin AKP Rezi Darwis,SH.,M.M di minta menjadi Inspektur Upacara (Irup) Bendera di SMAN 6 Merangin pada Senin, 26 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polri Goes To School”. Dalam kegiatan tersebut, Kasat Resnarkoba menyampaikan pesan penting tentang arti sekolah yang nyaman, yakni lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengajarkan sikap ke tauladan dan budi pekerti yang baik, selain itu sekolah juga sebagai ruang bagi anak untuk berekspresi, berkreasi dan tumbuh secara sehat, bahagia, serta berkarakter.
“Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak sekalian, sedangkan guru-guru merupakan pengganti orang tua disekolah, oleh karena itu kewajiban bagi seluruh murid untuk menghormati para guru serta patuh terhadap aturan dan norma, baik tertulis maupun tidak tertulis. Sehingga sistem belajar mengajar akan dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan,” ujar Rezi.
Selain itu Kasat Resnarkoba juga menekankan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang bebas dari Narkoba, kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan sikap intoleransi. Selain itu, sekolah harus bisa menjadi ruang yang mengedepankan non-diskriminasi, penghormatan hak anak dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan sosial maupun pembelajaran.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan kalian. Belajarlah dengan tekun, disiplin, dan jangan takut bermimpi,” kata Rezi.
Kepada para guru, Rezi mengucapkan terimakasih dan penghormatan atas dedikasinya dalam menjaga integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik untuk membangun karakter positif. Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar proses pendidikan berjalan seimbang antara rumah dan lingkungan sekolah.
“Terima kasih kepada para guru yang sudah memberikan tauladan kepada anak anak didiknya, Dan teruslah menjadi pelita bagi anak anak kita,” ucapnya.
Kegiatan Polri Goes To School ini disambut antusias oleh siswa dan guru SMAN 6 Merangin, baik guru maupun tenaga kependidikan dan siswa mengapresiasi safari Sekolah Ramah Anak.
Reporter: Daryanto
PERISTIWA
Final Sengit Berakhir Adu Penalti, Merangin FC Kalah Tipis 4-5
DETAIL.ID, Muarojambi – Pertandingan final Gubernur Cup 2026, antara Merangin FC melawan FC Kota Jambi yang digelar di Stadion Swarna Bumi Pijoan Kabupaten Muarojambi, berlangsung sengit dan penuh tensi pada Minggu, 25 Januari 2026.
Pertandingan tersebut disaksikan, Gubernur Jambi H Al Haris, Bupati Merangin H M Syukur bersama Wabup H A Khafid serta Sekda Zulhifni dan Wali Kota Jambi H Maulana serta ribuan penonton dari berbagai penjuru Jambi.
Sejak awal pertandingan, kedua kesebelasan langsung menampilkan permainan terbuka, dengan saling melancarkan serangan dan memperagakan pola permainan yang menakjubkan.
Namun pada menit ke-10 Husni Mubarok (16) pemain FC Kota Jambi, melepaskan tendangan pelan dari luar kotak penalti dan bola menggelinding mulus lolos di sela-sela kaki penjaga gawang Merangin FC.
Menariknya, Husni sendiri terlihat tidak menyangka bahwa tendangannya tersebut berbuah gol perdana pada pertandingan hebat tersebut, sehingga skor menjadi 1-0 untuk FC Kota Jambi.
Tertinggal satu gol membuat Merangin FC tidak tinggal diam dan langsung meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan FC Kota Jambi.
Hasilnya pada menit ke-19, Bima Sakti (08) berhasil memanfaatkan peluang dan mencetak gol cantik penyeimbangkan permainan sehingga mampu mengubah skor menjadi 1–1.
Setelah gol manis tersebut, pertandingan semakin memanas. Kedua tim kembali saling jual beli serangan dan menunjukkan determinasi tinggi untuk unggul, sebagai pemenang pada Gubernur Cup 2026.
Tapi sayang, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada tambahan gol yang tercipta dari kedua kesebelasan, sehingga skor 1–1 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua kembali terjadi saling serang, masing-masing kesebelasan dengan berbagai pola main yang diterapkan, berusaha membobol gawang lawan. Namun tiga menit sebelum babak kedua berakhir, justru perseteruan yang terjadi.
Kisruh itu, membuat Gubernur Jambi bersama Bupati Merangin dan Wabup serta Wali Kota Jambi, turun ke lapangan untuk mereda kistruh yang terjadi. “Kita bangun stadion ini untuk majukan sepak bola Jambi, jangan ada yang ribut,” ujar Gubernur.
Bupati Merangin juga menegaskan, seluruh penonton dan pemain Merangin tetap menjaga sportivitas dalam bertanding dan anti keributan. “Merangin aman, hidup Merangin,” ujar Bupati.
Setelah menyita waktu cukup lama dan dipastikan aman, pertandingan dilanjutkan adu penalti. Pada adu penalti tersebut, penjaga gawang FC Kota Jambi berhasil menghalau satu tendangan pemain Merangin FC, sehingga sampai berakhir adu penalti skor berubah menjadi 5-4, kemenangan tipis diraih FC Kota Jambi.

