DAERAH
Koperasi Aktif di Batanghari 214, Cuma 46 Melaksanakan RAT
DETAIL.ID, Batanghari – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari, Jambi, Henry Jumiral mengatakan cuma 46 koperasi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga September 2021.
“Jumlah koperasi aktif 214 dan koperasi tak aktif 113. Dari jumlah ini cuma 46 koperasi yang melaksanakan RAT tahun 2021. Kita imbau koperasi lainnya harus RAT di sisa tiga bulan tahun ini,” ujarnya dikonfirmasi detail, Rabu 29 September 2021.
Dinas Koperindag selaku pembina dan pengawas terus meminta semua koperasi aktif melaksanakan RAT. Sesuai tugas dan fungsi dinas, kata Jumiral, setiap bulan koperasi wajib melaporkan aktifitas perusahaan dan koperasi yang ada di daerah ini.
“Serta menyampaikan laporan triwulan yang berkaitan dengan keberadaan anggota, usaha-usaha koperasi dan perluasan usaha koperasi,” ucapnya.
Hal ini penting dilakukan karena akan menjadi evaluasi Dinas Koperindag akhir tahun. Mungkin bertambahnya anggota, berkurangnya anggota atau memang ada usaha-usaha baru dari aktifitas koperasi yang ada.
“Biasanya koperasi cenderung kepada simpan pinjam. Mungkin ada membuka suprodik bisa membuka kerjasama dengan koperasi lainnya dalam bidang pemasaran,” katanya.
Sebaran koperasi aktif berada dalam delapan kecamatan terutama daerah perkebunan, misalnya dalam Kecamatan Maro Sebo Ilir, Batin XXIV dan Mersam. Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir rupanya jadi kendala koperasi melaksanakan RAT.
“Pelaksanaan RAT tentu harus mengumpulkan anggota koperasi, sedangkan dalam protokol kesehatan tidak boleh berkerumun, termasuk juga rapat koordinasi di tingkat Kabupaten menjadi kendala,” ujarnya.
Dinas Koperindag telah memberikan solusi agar pelaksanaan RAT koperasi secara vidcon. Namun vidcon jadi kendala sejumlah koperasi karena berada dalam wilayah desa lemah jaringan internet. Bahkan ada juga anggota koperasi tak memiliki smartphone.
“Sehingga dua tahun terakhir banyak koperasi belum melaksanakan RAT disebabkan permasalahan di atas,” ucapnya.
Hasil evaluasi Dinas Koperindag Batanghari, kata Jumiral, koperasi aktif paling dominan koperasi yang bermitra dengan perusahaan, perkebunan dan pabrik. Sedangkan koperasi tak aktif biasanya koperasi simpan pinjam yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan.
“Kami temukan kemarin dalam wilayah Kecamatan Pemayung ada koperasi yang hanya tinggal nama, sedangkan aktifitas tidak ada lagi,” katanya.
Dinas Koperindag mengetahui ketika pengurus koperasi itu menuntut lahan, tapi wadahnya adalah koperasi. Gabungan masyarakat membentuk kelompok tani dan membetuk koperasi. Koperasi tersebut diangkat untuk bekerjasama mengerjakan lahan mitra.
“Tapi dalam perjalanan, lahan tidak dilaksanakan, koperasi tidak berbuat, itu yang terjadi,” ucapnya.
Hal serupa terjadi dengan Koperasi Sinar Tani Reformasi, Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu. Mereka menuntut hak lahan kepada PT TLS. Sementara koperasi itu dalam administrasi Dinas Koperindag dari mulai pendirian sampai dengan terakhir kemarin aktifitas koperasi tidak pernah melaksanakan RAT.
“Artinya pembentukan koperasi hanya dalam rangka kerjasama dengan PT TLS. Akhirnya sengketa ada perebutan sekitar 165 hektar lahan. Tadinya diperuntukkan 20% dari penggunaan lahan, makanya di bentuk koperasi,” ujarnya.
Ia mengatakan 1 Oktober 2021 akan di undang ke Pengadilan karena pihak koperasi sudah mengajui tuntutan ke perdata. Dinas Koperindag tentu akan menyiapkan laporan pelaksanaan koperasi tersebut sampai akhir tahun ini.
“Kalau mengapa dia bermitra dengan pihak PT TLS itu tidak ranah kita,” ucapnya.
Editor: Ardian Faisal
DAERAH
Videotron Outdoor Depan Pintu Keluar Masuk KPT Tanjang Senai Belum Aktif, Indra Dinata: Akan Diupayakan Aktif Sebelum HUT Ogan Ilir
DETAIL.ID, Indralaya – Proyek pengadaan videotron outdoor yang berada di depan pintu keluar -masuk Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Indralaya senilai Rp 3.018.400.000 tahun 2025, sampai 31 Desember 2025 masih belum berfungsi.
Pantauan di lapangan pada Selasa, 30 Desember 2025 videotron tersebut dipasang di pintu masuk KPT Tanjung Senai, di samping pos Pol PP. Lebar videotron sekitar 3 meter, tinggi 2 meter.
Kondisi vidiotron tersebut belum selesai, belum aktif. Dan bagian belakang videotron tersebut terlihat belum ada penutupnya, dan tiang videotron tersebut masih menggunakan tiang bekas baliho.
Kasubbag Umum Setda Ogan Ilir, Indra Dinata ketika dikonfirmasi via ponsel pada Selasa, 30 Desember 2025, mengatakan, “Saya bukan PPTK, dan saya tidak tahu siapa PPTK nya, nanti saya lapor/koordinasi dulu dengan Kabag Umum Setda Ogan Ilir.”
Keesokan harinya, saat ditemui di kantornya, Indra Dinata menjelaskan, masalah videotron yang belum aktif tersebut itu diupayakan sebelum HUT Kabupaten Ogan Ilir (sebelum 7 Januari 2026) itu sudah bisa aktif.
Kepala Bagian Umum Setda Ogan Ilir, Abdul Salam dikonfirmasi 31 Desember 2025 di kantornya tidak berada di kantornya. Saat dihubungi via WhatsApp tidak aktif.
Menurut sumber sekitar jam 16.30 WIB, videotron tersebut mulai ada yang bekerja dan langsung videotron tersebut aktif/hidup. Namun tidak begitu lama, mati kembali sampai Jumat 2 Januari 2026 siang videotron tersebut kondisi tidak aktif/ mati.
Reporter: Suhanda
DAERAH
H M Syukur Gerak Capat, Tim Terpadu Awasi Hiburan Malam
DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin H M Syukur gerak cepat menanggapi laporan masyarakat jelang perayaan tahun baru 2026. Malam itu juga, Bupati langsung mengintruksikan Tim Pengawasan Terpadu, untuk mengawasi aktivitas hiburan malam, Rabu malam, 24 Desember 2025.
Tim Pengawasan Terpadu yang dipimpin Asisten I Setda Merangin Sukoso tersebut, menyisiri sebanyak 17 tempat usaha, terdiri dari 15 tempat karaoke dan dua tempat panti pijat, di sepanjang Jalan Tiga Jalur, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan dan Bangko.
“Kita langsung turun, awasi 15 tempat karaoke, sebanyak 7 tempat karaoke di Kecamatan Bangko dan 8 tempat karaoke di Kecamatan Nalo Tantan. Kita juga melakukan pengawasan di dua tempat panti pijat, Rembulan dan Pelangi,” ujar Sukoso.
Tujuh tempat karaoke yang diawasi di Kecamatan Bangko itu jelas Sukoso, Karaoke Makdo, KR, Bestarsari, Queen, DN, YSL, JN. Karaoke di Kecamatan Nalo Tantan yang diawasi, Karaoke Melan, Mamer, Angkasa, Mr X, MJ Family, Dinasti, Merpati dan Dina.
Dari pengawasan yang dilakukan itu jelas Sukoso, Tim Terpadu menemukan miras dalam kemasan botol di empat tempat karaoke dan semua tempat hiburan malam tersebut, sama sekali belum mempunyai sertifikat laik sehat.
“Jadi saat itu juga Tim Terpadu yang dari Dinas Kesehatan Merangin langsung memberikan sosialisasi di tempat hiburan tersebut, sehingga mereka memahami pentingnya fasilitas laik sehat itu,” kata Sukoso.
Selain itu lanjut Sukoso, pada malam itu berdasarkan temuan Tim Terpadu dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Merangin, masih banyak pengelola usaha yang punya izin, belum membayar pajak.
Berdasarkan berbagai temuan dari pengawasan itu tegas Sukoso, nanti para pemilik tempat usaha akan dipanggil, untuk dilakukan pembinaan. Pengawasan tempat hiburan malam itu akan terus berlanjut, terlebih dalam menghadapi tahun baru 2026.
Tim Pengawasan Terpadu yang turun tersebut, Dinas PTSPTK sebanyak 12 orang, Satpol-PP sebanyak12 orang, Dinas LH sebanyak dua orang, Dinas Kesehatan enam orang, Dinas Parpora sembilan orang, BPPRD satu orang, Camat Nalo Tantan dan anggota delapan orang, dan Kelurahan Pematang Kandis satu orang.
Sementara itu, pada Rabu malam, 24 Desember 2025, Bupati Merangin H M Syukur, Wabup H A Khafid, Sekda Zulhifni dan unsur Forkopimda Merangin, memantau persiapan pelaksanaan Natal di empat gereja dalam Kota Bangko.
DAERAH
Tantangan Mudir di Penutupan Kauman Super Camp: Uji Hafalan Plus Peta Mushaf
DETAIL.ID, Padang Panjang – Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang telah menutup secara resmi program Kauman Super Camp (KSC) pada Rabu, 24 Desember 2025. Penutupan rangkaian daurah (pelatihan intensif) ini diwarnai dengan uji kemampuan langsung oleh Mudir Pesantren dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan serta pendamping.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi bertajuk “Manajemen Organisasi” oleh Ustad Rezki, S.Pd., yang memberikan bekal penting bagi santri dalam mengelola aktivitas dan tanggung jawab keorganisasian.
Acara penutupan ini dihadiri oleh segenap unsur pimpinan dan pembina pesantren, di antaranya Mudir dan Wakil Mudir Pesantren, Pamong Asrama, Kepala Madrasah beserta Wakil, serta para Koordinator bidang seperti Miah (Musabaqah Hifzhil Qur’an), KLC (Kauman Language Center), dan MTQ Harun El Ma’any. Turut hadir pula seluruh Musyrif/ah yang telah mendampingi santri selama masa daurah berlangsung.
Dalam sambutannya, Mudir Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesungguhan seluruh peserta dan pembimbing selama Kauman Super Camp. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam mengasah kemampuan bahasa Arab, Inggris, dan tahfizh Al-Qur’an yang telah dilatihkan, agar menjadi bekal ilmu yang bermanfaat.
“Program ini adalah awal, bukan akhir. Kedisiplinan dan semangat belajar yang telah terbentuk harus terus dipertahankan di setiap kesempatan,” kata Dr. Derliana.
Puncak acara adalah pengumuman santri terbaik dari setiap bidang daurah. Inilah daftar mereka yang berprestasi adalah Peserta Terbaik Daurah Arabiyah:
Dian Azhifa Qadri (Putri)
Ibnu Zikra (Putra)
Peserta Terbaik Daurah Inggris:
Putra: Muhammad Raja Al Faruq
Putri: Syifa Maulidiyah
Peserta Terbaik Daurah Tahfizh:
Fitri Anggraini (Putri)
Mi’rojul Mukmin Byza (Putra)
Momen paling menarik terjadi saat sesi direct test atau uji langsung oleh Mudir Pesantren, Dr. Derliana. Beberapa santri ditantang untuk mendemonstrasikan hafalan dan pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an. Tidak hanya diminta menyambung ayat, santri juga harus mampu menjawab pertanyaan kritis Mudir mengenai detail ayat; mulai dari nomor ayat, halaman mushaf, posisi ayat di halaman (kanan/kiri, atas/bawah), hingga membacakan ayat sebelum dan sesudahnya. Ujian spontan ini berhasil dijawab dengan baik oleh para santri, menunjukkan kualitas hasil pembinaan selama daurah.
Dengan ditutupnya Kauman Super Camp 2024 ini, diharapkan seluruh peserta dapat menginternalisasi nilai-nilai yang telah dipelajari dan menjadi santri yang unggul, tidak hanya dalam akademik tetapi juga dalam akhlak dan penguasaan ilmu alat untuk mendalami agama.
Reporter: Diona

