ADVERTORIAL
Al Haris: Pemerintah Provinsi Jambi Permudah Investor Berinvestasi di Jambi
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H., Mengemukakan, bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan mempermudah investor yang ingin masuk untuk berinvestasi di Jambi. Perbaikan iklim investasi ini dilakukan dengan memberi kemudahan perizinan usaha dan mempercepat pendirian kawasan industri sebagai pendorong percepatan industri hilirisasi komoditas unggulan Jambi. Hal ini dikemukaknnya, saat dalam wawancara tentang Potensi Investasi dan Pengembangan Kawasan Industri Kemingking bersama Tim Kementerian Investasi/BKPM, bertempat di kantor Gubernur, Jum’at 9 Oktober 2021
“Kawasan Industri Kemingking itu yang pertama kalau dilihat dari sisi positif bahwa kawasan luasnya 17.000 hektar, dan itu sudah jelas bertujuan untuk bagaimana kita bisa mempekerjakan orang-orang yang cukup banyak di kawasan tersebut, berarti akan mengurangi angka pencari kerja, dan kita bisa mempekerjakan banyak orang disana, semua sektor akan bangkit, dan tujuan kita akan memperkecil angka kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan, tetapi kita ada kendala masih banyaknya masyarakat yang minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkerja, kalau disitu ada Kawasan harus diikuti dengan SDM yang tumbuh sesuia kebutuhan pasar, Pemerintah Provinsi Jambi akan mendukung penuh kawasan Industri Kemingking ini,” ujar Al Haris
Dikatakan Al Haris, perkembangan potensi industri di Provinsi Jambi cukup banyak. Kita di Provinsi Jambi mempunyai 80 pabrik, mereka tentu mempunyai potensi potensi yang luar biasa terhadap produksi CPO kita, Ketika kondisi Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Indonesia dan Jambi, komoditi lain mengalami kemerosotan, malah CPO Jambi cukup baik di pasar internasional, kedepannya CPO Jambi ditambah hilirisasi akan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi.” Kata Al Haris.
“Hadirnya Kawasan industri diharapkan akan dapat menciptakan Multiplier Effek, meningkatnya nilai tambah produk, menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya
Lebih lanjut Al Haris menjelaskan, “ Kita sangat mengharapkan kalaborisasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan hilirisasi pengelolaan berbagai komoniti unggulan bisa kita kembangkan di Jambi, komoditi jambi kita anggap biasa malah di luar negeri dianggap luar biasa ini perlu dikembangkan, kedepannya masih banyak komoditi kita bisa dikembangkan, kedepannya kita akan terus memperbanyak berkerja sama dengan swasta,” jelasnya
“Pemerintah Provinsi Jambi akan mempermudah bagi investor yang ingin berinvestasi di kawasan Kemingking ini Kawasan yang diciptakan untuk berkarya, buatlah usaha yang ramah lingkungan, diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja,” pungkasnya
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



