Connect with us
Advertisement

DAERAH

GSMS di SD Negeri 115 Sungai Alai Garap Cerita Rakyat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Tebo – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memprogramkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2022.

Program ini telah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu dengan sasaran Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program ini juga menyentuh sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo.

Disdikbud Kabupaten Tebo pun telah menunjuk sejumlah sekolah yang menerima progam tersebut. Salah satunya SD Negeri 115 Sungai Alai, di Desa Sungai Alai Kecamatan Tebo Tengah.

Disdikbud Kabupaten Tebo juga menempatkan Rizki Niko Wahyuni sebagai pendamping sekaligus pelatih GSMS di sekolah tersebut.

Di sekolah ini, Rizki Niko Wahyuni yang diketahui seniman pertunjukan tengah menggarap drama tentang cerita rakyat Kabupaten Tebo, yakni Bukit Tigapuluh.

Drama ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang hidup rukun dan damai. Sang suami bernama Datuk Marudum Sati dan sang suami bernama Saya Bentan.
Mereka memiliki tujuh orang anak laki-laki (putra) dan tujuh orang anak perempuan (putri).

Anak laki-laki dari pasangan suami istri ini adalah Bujang Selamat, Sampuraga, Datuk Seluncur Bukit, Sitimba Laut, Datuk Meriang Sati, Datuk Hitam Tonggak Ditenang dan Datuk Kilat Senja.

Sementara, anak perempuan yakni Si Anam, Putri Mayang Mengurai, Putri Pinang Masak, Putri Rembam Padang, Putri Rembam Payung, Putri Layang Bunga Mas dan Putri Bungsu.

Pada cerita ini, Keluarga Datuk Marudum Sati turun dari kayangan dengan membawa sebatang pohon Beringin sant sebilah keris.
Pohon Beringin tersebut ditanamkan di daerah Laut Siumbul. Pada zaman itu, Laut Siumbul belum ada daratan. Namun setelah ditanam pohon Beringin barulah timbul daratan.

Setelah daerah ini berkembang dari sebatang pohon Beringin itu, maka berkembang pula menjadi Daratan, dan pohon beringin pun semakin hari semakin berkembang dan menjadi besar.

Lalu keluarga Datuk Marudum Sati bersama anak-anaknya membuat kapal dari kulit Kayu Beringin itu. Kapal tersebut digunakan anak-anaknya untuk merantau ke negeri lain.

Waktu berlalu hingga suatu hari anak-anak Datuk Marudum Sati pulang dari merantau.
Sayangnya, karena begitu lama di perantauan, anak-anaknya tidak mengakui Datuk Marudum sebagai orang tua mereka.

Hanya si Bungsu anak perempuan mereka yang mengakui jika Datuk Marudum Sati adalah orang tuanya.
Setelah pengakuan itu timbullah bencana bagi mereka, dimana saat akan berlabuh keluarlah akar-akar kayu pada kapal tersebut yang disebut akar kelapat.

Akar tersebut menarik-narik mereka sehingga hingga membuat kapal tenggelam.

Dari beberapa serpihan kapal tersebut tersebar ke Bukit Tigapuluh dan dua dari gelombang Laut. Maka terjadilah Daerah Bukit Tigapuluh dan Sekoci kapal terlempar ke Bukit Siguntung. Dan anak bungsu sampai anak tunggalnya terlempar ke Daerah Bukit Lapat.

Di Bukit Lapat tersebut ada sungai yang bernama sungai Gangsal (Batang Gangsal). Dari batang Gangsal ingada kampung yang bernama Si Ambul, dan dari tempat inilah berkembangnya Suku yang bernama Suku Talang Mamak.
“Sumber cerita ini dari Suara Merdeka, Edisi 08 Tahun 1. Para pemainnya adalah siswa dan siswi SD Negeri 115 Sungai Alai,” kata Rizki Niko Wahyuni.

Dia bilang, hasil pelatihan ini nantinya akan ditampilkan atau dipentaskan. Waktu penampilan nantinya dijadwalkan oleh Disdikbud Kabupaten Tebo. “Sekarang kita lagi fokus latihan. Nanti dikabarin saat mau pementasan,” katanya.

Reporter: Syahrial

Advertisement Advertisement

DAERAH

Pemkab Jember Rancang RS Pemerintah Baru di Jember Barat, Gus Fawait Siapkan Kaderisasi Direktur dari Kepala Puskesmas Berprestasi

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Gus Fawait, kunjungan kerja ke puskesmas Rambipuji, Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Diskominfo Jember for DETAIL.ID)

DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan rencana pendirian rumah sakit pemerintah baru di wilayah Jember Barat saat kunjungan kerja di Puskesmas Rambipuji sebagai langkah memperkuat Universal Health Coverage (UHC).

Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem rujukan dan pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah barat Kabupaten Jember yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk layanan rujukan.

Gus Fawait menyebut pembangunan rumah sakit baru menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan daerah.

Ia menyatakan penguatan layanan tidak hanya bertumpu pada puskesmas, tetapi juga pada ketersediaan rumah sakit rujukan yang merata.

“UHC harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Puskesmas harus kuat, tetapi rumah sakit rujukan juga harus tersedia secara merata,” kata Gus Fawait.

Ia menjelaskan, kehadiran rumah sakit pemerintah baru di Jember Barat ditujukan untuk mempercepat layanan, menekan beban rumah sakit eksisting, serta meningkatkan kualitas layanan UHC.

“Dengan rumah sakit pemerintah di wilayah barat, akses layanan kesehatan akan lebih dekat, lebih cepat, dan lebih adil. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan UHC yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, pembangunan rumah sakit baru tersebut terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatan tingkat pertama.

Peningkatan kualitas pelayanan, fasilitas, dan tata kelola puskesmas diposisikan sebagai fondasi utama sistem kesehatan daerah.

“Transformasi kesehatan dimulai dari puskesmas, lalu diperkuat dengan rumah sakit yang siap menerima rujukan secara profesional,” ucapnya.

Selain infrastruktur, Pemkab Jember juga menyiapkan skema kaderisasi kepemimpinan rumah sakit berbasis kinerja.

Gus Fawait menyampaikan kepala puskesmas yang memiliki capaian kinerja baik, inovasi pelayanan, dan tata kelola akuntabel akan dipertimbangkan sebagai calon pimpinan rumah sakit pemerintah daerah.

“Kami ingin membuka jalur karier yang jelas dan adil. Kepala puskesmas yang berprestasi, memenuhi target kinerja, dan terbukti mampu memimpin layanan kesehatan akan kami siapkan sebagai calon direktur rumah sakit pemerintah,” tuturnya.

Ia menyebut kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun kesinambungan layanan kesehatan dari hulu ke hilir.

“Kepala puskesmas itu memahami langsung denyut pelayanan masyarakat. Jika mereka naik kelas menjadi pimpinan rumah sakit, maka kesinambungan layanan UHC akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

Gus Fawait menyatakan skema kaderisasi tersebut akan diterapkan secara proporsional dan objektif pada tiga rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bagian dari reformasi manajemen layanan kesehatan.

“Ini bukan soal jabatan, tetapi soal kualitas kepemimpinan layanan. Target akhirnya adalah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan bermutu,” katanya.

Kepala Puskesmas Rambipuji, dr. Dina Nurul Agustina, merespons positif rencana tersebut.

Ia menilai kehadiran rumah sakit pemerintah baru di wilayah barat akan memperkuat kesinambungan layanan kesehatan.

“Selama ini puskesmas menjadi pintu pertama layanan UHC. Dengan adanya rumah sakit pemerintah yang lebih dekat, proses rujukan akan lebih cepat dan pelayanan kepada pasien bisa lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan Puskesmas Rambipuji dalam memperkuat layanan dasar sebagai bagian dari sistem UHC terintegrasi.

“Penguatan layanan dasar dan dukungan rumah sakit rujukan akan membuat manfaat UHC semakin nyata dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Continue Reading

DAERAH

Bulog Jember Salurkan 105 Ribu Liter Minya Kita Langsung ke Pedagang

DETAIL.ID

Published

on

Pedagang berfoto usai menerima MinyaKita pada Sabtu, 24 Januari 2026. (DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menyalurkan 105 ribu liter MinyaKita Minyak Goreng Rakyat (MGR) langsung ke pedagang dan pengecer di pasar tradisional Kabupaten Jember pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Hal tersebut untuk memangkas jalur distribusi dan menjaga harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Penyaluran dilakukan di pasar-pasar tradisional dan toko pengecer yang telah terdata oleh dinas terkait.

Skema distribusi ini diarahkan langsung dari Bulog ke pedagang tanpa perantara.

“Penyaluran MinyaKita langsung ke pedagang maupun pengecer di Bulog Jember sudah dilakukan. Hingga saat ini jumlah yang telah disalurkan di wilayah Bulog Jember mencapai 105 ribu liter, sesuai tugas dari pusat penyaluran MinyaKita diprioritaskan kepada pedagang di pasar-pasar tradisional yang sudah terdata oleh dinas terkait. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter,” kata Ade.

Ia juga menjelaskan mekanisme harga dari Bulog ke pedagang.

“Adapun untuk harga jual MinyaKita dari Bulog ke pedagang ditetapkan Rp 14.500 per liter, kemudian untuk pedagang maksimal menjual kembali sesuai HET Rp 15.700 per liter. Dengan demikian pedagang dapat menjual dengan harga sesuai HET demi menjaga stabilitas harga dan pasokan, utamanya menjelang Ramadan 1447 H,” katanya.

Selain distribusi, Bulog Jember melakukan edukasi kepada pedagang agar menjual MinyaKita sesuai HET.

Penyaluran MGR ditargetkan mencapai 400.000 liter hingga Februari 2026 untuk menghadapi lonjakan permintaan pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Continue Reading

DAERAH

Gus Fawait Fokuskan UHC Jember pada Perbaikan Mutu Layanan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember mengunjungi Puskesmas Rambipuji pada Sabtu, 24 Januari 2026. (DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Rambipuji pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dalam rangka menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember terkait pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) yang berorientasi pada kualitas layanan kesehatan.

Dalam kegiatan ini, Gus Fawait mengatakan bahwa puskesmas merupakan titik utama transformasi layanan kesehatan karena berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.

“UHC tidak boleh berhenti pada kepesertaan. Yang paling penting adalah kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Gus Fawait.

Ia menyampaikan tiga fokus yang harus dijaga dan ditingkatkan, yakni pelayanan, fasilitas, dan tata kelola pendapatan.

Pelayanan kesehatan diarahkan agar maksimal, cepat, dan manusiawi sebagai bentuk pemenuhan hak dasar masyarakat.

Pada aspek fasilitas, Gus Fawait meminta perubahan perspektif pelayanan publik.

Kenyamanan dan kelayakan fasilitas pasien diposisikan sebagai prioritas dibandingkan fasilitas internal pegawai, termasuk kepala puskesmas.

“Fasilitas pasien harus lebih baik. Ini soal perspektif pelayanan publik dan keberpihakan kepada masyarakat agar manfaat UHC benar-benar terasa,” ujarnya.

Dalam pengelolaan pendapatan, Gus Fawait mendorong optimalisasi dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilakukan secara presisi, efisien, dan transparan agar berdampak langsung pada mutu layanan.

“Jika kapitasi dikelola dengan tepat dan efisien, kualitas layanan akan meningkat tanpa membebani masyarakat,” ucapnya.

Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan daerah, Pemkab Jember akan menerapkan penilaian kinerja fasilitas kesehatan secara rutin setiap tiga bulan.

Evaluasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia serta kaderisasi pimpinan rumah sakit daerah.

“Transformasi layanan kesehatan membutuhkan SDM yang siap, profesional, dan berintegritas. Evaluasi ini adalah bagian dari proses tersebut,” kata Gus Fawait.

Kepala Puskesmas Rambipuji dr. Dina Nurul Agustina menyatakan kesiapan jajarannya menindaklanjuti kebijakan tersebut, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan dan penataan fasilitas yang berpihak kepada pasien.

“Kami siap memperkuat layanan kesehatan dasar, termasuk mengoptimalkan pengelolaan dana kapitasi agar pelayanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan profesional, sehingga manfaat UHC benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs