ADVERTORIAL
DPRD Tanjungjabung Timur Gelar Rapat Paripurna Dengarkan Laporan Banggar Terhadap APBD Anggaran 2022
Tanjungjabung Timur – DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan laporan Banggar DPRD terhadap Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjungjabung Timur tahun anggaran 2022.
Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Juli 2023, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tanjab Timur Mahrup, didampingi Sekda Tanjab Timur Sapril, serta Wakil Ketua Syaidina Hamzah.
Paripurna tersebut dihadiri Pabung Kodim 0419/Tanjab Mayor Inf Ahmad Riadh, Kabaglog Polres Tanjab Timur, Jaksa fungsional Kejari Tanjab Timur, Ketua KPU Tanjabtim, Anggota Dewan DPRD Tanjabtim, Sekwan DPRD Tanjabtim dan Perwakilan masing-masing OPD.
Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Tanjungjabung Timur Mahrup mengatakan, bahwasanya pada paripurna kali ini akan mendengarkan lapora pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 telah selesai dibahas oleh tim Banggar bermasa seluruh TAPD serta OPD di lingkup Kabupaten Tanjungjabung Timur.
“Selanjutnya, nanti fraksi-fraksi akan menyampaikan tanggapan akhirnya terkait dengan laporan pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022,” ujarnya, Selasa, 11 Juli 2023.
Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh Banggar DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur dalam rapat kali ini, diantaranya untuk beberapa OPD yang target pelaksanaan APBD mereka belum bisa maksimal, untuk dibenahi kedepanya agar sesuai dengan target yang diharapkan.
“Diharapkan, setiap OPD bisa memaksimalkan perencanaannya. Agar Terget dan realisasi bisa sesuai,” katanya.
Mahrup juga mengapresiasi peran aktif dan juga koordinasi yang baik antara pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten setempat.
“Alhamdulilah selama ini koordinasi kita bisa terjaga dan terjalin dengan baik. Hal itu terbukti, dari hasil audit BPK, kita kembali berhasil mendapatkan WTP. Dan mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, laporan Banggar terhadap ranperda TA 2022, disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Tanjabtim dari Fraksi PAN, Nugraha setiawan,
Dalam pembahasan ranperda ini, badan anggaran DPRD telah melaksanakan Rapat kerja bersama TAPD serta seluruh OPD Kabupaten Tanjung Jabung dengan hasil, catatan dan sarana sebagai berikut.
“Yaitu, target pendapatan, Anggaran belanja Kabupaten Tanjabtim, transfer, Surflus atau Defisit, Pembiyaan Neto, sisa lebih pembiayaan serta urusan wajib pelayanan dasar, seperti Pendidikan, Kesehatan dan yang lainnya,” katanya.
Guna perbaikan kinerja pemerintah daerah, saran dan catatan badan anggaran DPRD kiranya dapat ditindak lanjuti dan dilaksanakan.
ADVERTORIAL
Tekan Gejolak Harga LPG 3 Kg, Bupati Jember Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan stok LPG 3 kilogram yang sempat memicu keresahan warga di berbagai titik.
Melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember memastikan akan mengawal distribusi gas melon tersebut agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa persoalan di lapangan saat ini didominasi oleh praktik penjualan di atas harga resmi yang dilakukan oleh oknum pangkalan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil dirugikan oleh spekulasi harga yang tidak berdasar.
“Yang membuat resah bukan sekadar stok, tapi harga. Banyak pangkalan menjual di atas HET. Kalau hanya sanksi administratif, itu terlalu ringan,” tutur Gus Fawait.
Ia juga menginstruksikan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan mandiri.
“Kalau ada pangkalan menjual di atas Rp18.000, tolong laporkan. Itu sudah melanggar aturan pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pangkalan sesuai ketentuan. Maksimal Rp18.000, tidak boleh lebih,” katanya.
Pihak Pertamina Patra Niaga turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten.
Pertamina memastikan tidak akan ragu untuk memutus rantai distribusi pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran berat demi menjaga integritas penyaluran subsidi energi.
“Menjual di atas HET adalah pelanggaran berat. Sanksi terberatnya pemutusan hubungan usaha atau penutupan pangkalan,” ucap Ahad Rahedi dari Pertamina Patra Niaga.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Bidik Pengentaskan Kemiskinan di Kawasan Hutan dan Perkebunan Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menetapkan kawasan hutan dan perkebunan sebagai titik kritis penanganan kemiskinan saat menjadi narasumber forum Kompas.com Talks di Universitas Jember, Senin, 13 April 2026.
Forum yang berlangsung di Gedung Soedjarwo itu dihadiri akademisi dan pemangku kepentingan.
Diskusi mengulas persoalan kemiskinan di wilayah lahan produktif yang belum tertangani optimal.
Gus Fawait menyebut kemiskinan di Jember masih menjadi persoalan dalam satu dekade terakhir meski angkanya menunjukkan tren penurunan.
Ia menguraikan, wilayah pinggir hutan dan perkebunan kini menjadi fokus utama intervensi.
“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan kebun menjadi tantangan utama hari ini,” kata Fawait.
Ia menyampaikan target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2029 dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, keberadaan BUMN seperti PTPN dan Perhutani perlu diarahkan untuk mendukung upaya tersebut.
“Harapannya sama, zero kemiskinan ekstrem pada 2029, dan Jember sedang berikhtiar ke arah itu,” ucapnya.
Gus Fawait menilai potensi program hutan sosial dengan luasan puluhan ribu hektare dapat dimanfaatkan untuk menekan kemiskinan ekstrem.
“Jika dikelola tepat, hutan sosial bisa menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kategori miskin ekstrem merujuk pada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Ia memperkirakan puluhan ribu kepala keluarga berpotensi keluar dari kategori tersebut melalui intervensi yang tepat.
Gus Fawait juga mengulas perlunya distribusi lahan dan kesempatan kerja di kawasan perkebunan agar berpihak pada masyarakat sekitar.
“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun,” ucapnya.
Ia menilai lahan tidur milik perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi sektor informal, namun pemerintah daerah belum sepenuhnya dilibatkan dalam program kehutanan sosial.
“Kami berharap ada koordinasi kuat agar program tepat sasaran dan berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Jember, Prof Muhammad Zainuri, menilai persoalan utama terletak pada kurangnya kolaborasi antar pihak.
“Program sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi,” ujarnya.
Ia menguraikan pentingnya integrasi kebijakan, digitalisasi data, serta penerapan reward dan punishment agar program berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak bersifat karitatif semata, melainkan mendorong pemberdayaan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang solid membuka peluang percepatan pengentasan kemiskinan di Jember dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief: Pemkab Batanghari Dukung Penuh Percepatan Pembangunan PSEL, Siap Kurangi Sampah dan Hasilkan Energi
Jambi – Bupati Batanghari, Fadhil Arief ikut melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Wilayah Jambi Raya, pada Sabtu, 11 April 2026 malam.
Penandatanganan kerja sama tersebut digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Hadir juga Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris serta kepala daerah yang ikut dalam dalam penandatanganan perjanjian kerja sama itu, seperti Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Bupati Tanjungjabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, Wakil Bupati Tanjungjabung Timur Muslimin Tanja.
Fadhil Arief menyebutkan, Pemkab Batanghari sangat mendukung pembangunan Energi Listrik PSEL Waste-to-Energy, terutama persiapan lahan yang menjadi salah satu syarat utama pembangunan.
Dikatakannya, dengan adanya pembangunan PSEL ini bisa mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan, dan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah Jambi Raya, Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur dalam upaya menekan jumlah timbunan sampah.
Menurut Hanif, proyek strategis ini akan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang hati-hati.
“Pasca penandatanganan, pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti dengan proses lelang proyek. Namun, tahapan tersebut diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun,” ujarnya. (*)



