ADVERTORIAL
Safari Subuh di Masjid Nurul Hidayah Jelutung, Gubernur Al Haris Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Jambi – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Samsu Bahrun, RT 23 dan 31, Lorong Teladan, Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan Safari Subuh Pemerintah Provinsi Jambi kali ini dipimpin langsung Gubernur Jambi, Al Haris, bersama jajaran pejabat Pemprov Jambi. Turut hadir sejumlah organisasi masyarakat Islam dan warga sekitar yang memadati masjid sejak waktu subuh.
Usai melaksanakan salat subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah. Dalam pesan yang disampaikan, jamaah diajak untuk terus menjaga kualitas ibadah seperti yang telah dijalani selama bulan Ramadhan.
“Jangan sampai semangat ibadah kita menurun setelah Ramadhan. Justru ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi inti pesan dalam tausiah tersebut.
Di penghujung kegiatan, Gubernur Al Haris juga menyerahkan berbagai bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Bantuan tersebut meliputi dana untuk pembangunan masjid, santunan bagi anak yatim, serta paket sembako untuk kaum dhuafa.
Safari Subuh ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)
ADVERTORIAL
Inovasi Layanan Publik Jember Raih Apresiasi PWI Jatim Award 2026, Gus Fawait Persembahkan untuk Rakyat
DETAIL.ID, Jember – Langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempercepat dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat mendapat pengakuan dari insan pers.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi menerima penghargaan kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI Jatim ke-80 yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis, 16 April 2026 malam.
Kehadiran Bupati Jember dalam acara tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.
Penghargaan dari PWI Jawa Timur ini diberikan atas komitmen nyata Pemkab Jember dalam memangkas sekat birokrasi melalui berbagai platform inovatif.
Dalam keterangan tertulisnya, Gus Fawait menyambut baik apresiasi tersebut dan menganggapnya sebagai dorongan moral bagi seluruh jajaran birokrasi di Jember.
Ia menegaskan bahwa pengakuan ini menjadi pengingat untuk terus konsisten dalam melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,” ucap Gus Fawait.
Sejumlah program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember di antaranya adalah UHC (Universal Health Coverage) Prioritas untuk akses kesehatan gratis, serta Peta Cinta yang memungkinkan warga mencetak KTP dan Kartu Keluarga langsung di kantor kecamatan.
Selain itu, program Wadul Gus’e juga menjadi kanal krusial bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara langsung kepada pimpinan daerah.
Bupati menyatakan bahwa kelancaran program-program tersebut, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan, akan terus didukung dengan ketersediaan logistik yang memadai di tingkat akar rumput.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus proaktif memanfaatkan kanal komunikasi yang telah disediakan pemerintah.
Gus Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mempersembahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk keberhasilan kolektif seluruh warga Jember.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemerintah Kabupaten Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju,” tutur.
ADVERTORIAL
Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda
Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Maschun Sofwan Kwarda Jambi, pada Jumat, 17 April 2026 malam.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa Rakerda merupakan forum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun strategi ke depan. Ia menyebut, rapat kerja tahunan ini menjadi sarana untuk memperkuat arah kebijakan organisasi serta meningkatkan kolaborasi antar jajaran Pramuka.
“Rapat kerja adalah sarana evaluasi dan pengendalian organisasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Melalui forum ini, program dan strategi dapat dipertajam untuk mencapai visi dan misi organisasi,” ujarnya.
Sudirman berharap pertemuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan kebijakan dan langkah strategis, khususnya dalam mendukung program unggulan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi masa bakti 2022–2027.
Beberapa fokus utama yang disorot antara lain pencapaian Pramuka Garuda, rintisan Kampung Pramuka di seluruh Kwarcab, pra akreditasi gugus depan, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik kepramukaan.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan rapat kerja menjadi indikator penting organisasi yang sehat. Hal ini juga berpengaruh terhadap berbagai capaian prestasi yang diraih Kwarda Jambi, termasuk predikat Kwartir Daerah Tergiat I tingkat nasional.
“Atas nama pemerintah dan Mabida Gerakan Pramuka Jambi, saya menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam membina generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendidikan kepramukaan, diharapkan lahir pemimpin masa depan yang berintegritas dan mampu berkontribusi di berbagai bidang.
Sudirman pun mengucapkan selamat atas pelaksanaan Rakerda 2026 dan berharap kegiatan ini menghasilkan program terbaik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya Pramuka di Provinsi Jambi.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jambi, Jancik Mohza, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah pendidikan nonformal yang fokus pada pembinaan karakter, keterampilan, dan semangat kebangsaan.
“Berlandaskan Trisatya dan Dasa Darma, Pramuka bertujuan membentuk kader pemimpin bangsa yang berakhlak mulia, disiplin, dan berjiwa sosial tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kwarda Jambi dan Universitas Adiwangsa Jambi, yang dihadiri langsung oleh rektor universitas tersebut. Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Jambi. (*)
ADVERTORIAL
Hadapi El Nino Ekstrem, Gubernur Al Haris dan APHI Perkuat Strategi Cegah Karhutla
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memperkuat komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menghadapi ancaman musim kering akibat fenomena El Nino yang diprediksi cukup ekstrem.
Komitmen tersebut disampaikan saat Gubernur Al Haris menerima kunjungan kerja APHI di rumah dinas Gubernur Jambi, Kamis, 16 April 2026. Pertemuan ini menitikberatkan pada langkah-langkah pencegahan dini agar karhutla tidak kembali meluas dan menimbulkan kabut asap.
Al Haris menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat lintas sektor. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari perusahaan, masyarakat hingga aparat keamanan.
“Perusahaan, manggala agni, masyarakat peduli api, TNI dan Polri harus aktif. Kami juga masih menunggu penetapan status siaga darurat dari kabupaten dan kota untuk meningkatkan langkah antisipasi,” ujar Al Haris.
Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci agar Jambi tidak lagi menjadi penyumbang kabut asap bagi daerah lain. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan sejak dini.
Sementara itu, Ketua Umum APHI, Soewarso, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh upaya pencegahan karhutla di Jambi. Ia menegaskan pentingnya langkah mitigasi dilakukan sebelum potensi kebakaran muncul.
“Kami ingin pencegahan dilakukan dari awal. APHI juga siap melakukan modifikasi cuaca sebagai bagian dari upaya antisipasi,” katanya.
Selain itu, APHI terus mendorong sosialisasi konsep multi usaha kehutanan berkelanjutan kepada para pelaku usaha. Edukasi kepada masyarakat juga diperkuat agar kesadaran menjaga hutan semakin meningkat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan upaya pencegahan karhutla di Jambi semakin solid dan mampu menekan risiko kebakaran, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. (*)



