Connect with us
Advertisement

PERISTIWA

Pengurus Pemuda Katolik Kota Jambi Berkunjung ke PWNU Provinsi Jambi

Published

on

detail.id/, Jambi – Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Jambi Berkunjung ke Kantor PWNU Provinsi Jambi pada Jumat, 7 Mei 2021. Sonny JP Pardede, SH, Ketua Pemuda Katolik Kota Jambi tiba di kantor PW NU Provinsi Jambi didampingi beberapa pengurus Komisariat Cabang.

Tujuan Pemuda Katolik datang ke kantor PW NU untuk bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang NU Kota Jambi serta berterima kasih atas kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) semasa ibadah Paskah beberapa waktu lalu.

“Kami Pemuda Katolik Kota Jambi sebagai organisasi yang baru di Kota Jambi merasa wajib untuk memperkenalkan diri kepada saudara-saudara Nahdlatul Ulama. Ini sebagai ucapan terima kasih, NU khususnya Banser sudah membantu dalam pengamanan rumah ibadah Katolik. Ke depan kami Pemuda Katolik ingin melakukan hal yang sama saat ibadah lebaran nanti,” ujar Sonny Pardede.

Rombongan Pemuda Katolik diterima dengan baik oleh Ketua PCNU Kota Jambi, Kiai Muhammad Emil, SE, MM beserta Wakil Sekretaris M. Yusuf, SH, MH.

“NU dan Katolik sudah menjalin hubungan baik sejak dahulu dan sampai saat ini terus dijaga. Kunjungan silaturahmi seperti ini sangat baik agar kita bisa lebih mengenal lagi. Saya juga banyak kenal dengan beberapa tokoh lintas agama, khususnya Katolik. Hal ini yang harus terus dijaga agar apabila ada konflik-konflik yang diembuskan pihak lain, kita bisa saling tabayun,” ujar Ketua PCNU Kota Jambi, Kiai Muhammad Emil dalam sambutannya.

Kegiatan kunjungan tersebut selain bersilaturahmi dan memperkenalkan beberapa pengurus, juga mendiskusikan isu-isu yang sedang berkembang belakangan ini terkait isu radikalisme serta media sosial yang semakin banyak digunakan untuk hal-hal provokatif yang tidak baik.

“NU sebagai organisasi Islam yang moderat memiliki beberapa organisasi yang otonom seperti GP Ansor, Banser, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU. Organisasi tersebut bergerak di bidangnya masing-masing misalnya kemahasiswaan, pelajar, kepemudaan dan perempuan,” ujar Kiai Muhammad Emil yang juga seorang dosen.

Hadir pula dalam silaturahmi tersebut Ketua Ikatan Pelajar NU, Danang Joyo, dan Ketua Ikatan Pelajar Putri NU, Gita Puspita Sari. IPNU dan IPPNU sangat antusias ingin mengajak para pelajar Katolik maupun remaja Katolik berkegiatan bersama.

“Kalau ada pelajar-pelajar Katolik di Kota Jambi, kami ingin ke depan ada kegiatan bersama atau mengundang apabila kami mengadakan acara,” ujar Danang Joyo, Ketua IPNU.

“Di Kota Jambi belum ada organisasi yang membawahi para pelajar Katolik ataupun para remajanya, akan tetapi untuk di masing-masing Paroki ada kegiatan remaja Katolik, apabila ingin saling mengunjungi atau berkenalan, Pemuda Katolik siap memfasilitasi,” ujar Sonny Pardede.

Pemuda Katolik akan terus menjalin hubungan baik dengan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di kota Jambi. Ke depan akan ada kegiatan Wisata Rohani berupa kunjungan rumah ibadah, semoga bisa dibantu dengan teman-teman NU.

Kegiatan silaturahmi ditutup oleh Kiai Muhammad Emil dengan ucapan terima kasih kepada Pemuda Katolik. Ia mengatakan, ke depan akan terus berkomunikasi satu sama lain. (*)

PERISTIWA

Perempuan Pertama Terpilih Sebagai Ketua BPC GMKI Cabang Jambi Periode 2026-2028

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Yoren Dame Sianturi menerima mandat sebagai Ketua Cabang GMKI Jambi masa bakti 2026-2028 pada Forum Konferensi Cabang (Konfercab) tahun 2026 yang berlokasi di Aula II BPSDM Provinsi Jambi. Terpilihnya sebagai mandataris Konfercab sebagai tanda awal baru GMKI Jambi yang akan dipimpin oleh perempuan semenjak didirikan pada 1988.

Pada Forum Konfercab, John Raymond Silalahi melengkapi sayap mandataris yakni sebagai Sekretaris Cabang GMKI Jambi masa bakti 2026-2028. Ketua dan Sekretaris Cabang terpilih merupakan Demisioner BPC GMKI Jambi masa bakti 2023-2025 yang kemudian memutuskan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pada periode ini.

Dalam sambutannya Ketua BPC GMKI Jambi Yoren Dame Sianturi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Semoga kami dapat mengemban amanah yang telah dipercayakan. Dan kami berharap, semua peserta Konfercab untuk selalu bersinergi dan mendukung segala program yang akan dijalankan di masa bakti yang kami pimpin,” ujar Yoren.

Konfercab yang berlangsung selama 3 hari turut dihadiri oleh Obaja Tarigan selaku Sekretaris Fungsional Media dan Komunikasi Pengurus Pusat GMKI, Dwiki Simbolon selaku Koordinator Wilayah II Sumbagsel, Senior, Pengurus Komisariat, beserta anggota biasa GMKI.

Pada penutupan Forum Konfercab, Dwiki Simbolon menyampaikan ucapan selamat. “Selamat dan semangat kepada Ketua dan Sekretaris Cabang terpilih dalam mengemban amanah mulia ini. Percayalah jika Tuhan yang utus, maka Tuhan yang urus,” katanya. (*)

Continue Reading

PERISTIWA

Para Pihak Bungkam, Sengketa Lahan 96,5 Hektare Warga Transmigrasi Rantau Karya Tak Kunjung Jelas

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Sengketa lahan seluas 96,5 hektare antara masyarakat transmigrasi Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjungjabung Timur, dengan perusahaan perkebunan sawit PT Kaswari Unggul hingga kini tak kunjung menemui titik terang.

Minimnya tindak lanjut dari pemerintah dinilai memperpanjang ketidakpastian nasib warga. Padahal, berbagai proses mediasi sebelumnya telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dokumen klaim kepemilikan lahan juga telah diserahkan masyarakat kepada pihak pemerintah sejak Agustus 2025.

Pendamping masyarakat transmigrasi, Yoggy E Sikumbang mengatakan, seluruh dokumen pendukung sudah sejak lama disampaikan ke Setda Pemkab Tanjungjabung Timur. Namun hingga kini belum ada kejelasan hasil verifikasi maupun langkah konkret dari pemerintah daerah maupun instansi vertikal.

‎”Seluruh dokumen sudah kami serahkan sejak Agustus 2025. Tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan. Yang terjadi justru saling lempar tanggung jawab antara BPN Provinsi dengan pihak kabupaten,” ujar Yoggy pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menilai konflik yang telah berlangsung menahun itu terkesan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan, Yoggy menyoroti adanya dugaan sikap saling melindungi antar pihak yang berkepentingan terhadap anak perusahaan Kriston Agro tersebut.

‎”Konflik ini seperti tidak ada ujungnya. Semua pihak seakan saling menjaga dan melindungi. Yang dirugikan tetap masyarakat kecil. Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak menunjukkan keberpihakan dan ketegasan,” katanya.

Yoggy menambahkan, masyarakat transmigrasi hanya menuntut kepastian atas hak mereka. Ia memastikan warga akan terus berkonsolidasi dan menempuh berbagai langkah agar penyelesaian konflik segera terealisasi.

‎”Kami kecewa karena tidak ada keberanian dari para pemangku kebijakan untuk mengambil sikap. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kami akan terus bergerak sampai hak masyarakat benar-benar dipulihkan,” katanya.

Sementara itu, sikap bungkam justru ditunjukkan para pihak yang berwenang. Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kamaruddin saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, enggan memberikan pernyataan.

‎”Saya belum bisa memberikan statement karena masih ada atasan saya. Mungkin terkait apa yang akan ditanyakan, bisa ke dinas teknis,” kata Komarudin lewat pesan WhatsApp.

Ia malah mengarahkan agar konfirmasi dilakukan ke instansi teknis terkait maupun ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi.

‎Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanjungjabung Timur, Helmi Agustinus juga tidak memberikan respons saat dikonfirmasi.

Sikap serupa juga ditunjukkan pihak perusahaan. General Manager PT Kriston Agro – induk PT Kaswari Unggul, Sunario Zhen alias Akiong yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

Bungkamnya para pihak terkait pun kian memperkuat kekecewaan masyarakat transmigrasi Desa Rantau Karya yang hingga kini masih menanti kepastian hukum atas lahan yang mereka klaim sebagai bagian dari hak transmigrasi.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

PERISTIWA

‎Warga Bantah Tolak Pembangunan GBI Pasar Baru, Ketua RT: Mayoritas Setuju

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Warga RT 02 dan RT 03, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, membantah adanya penolakan terhadap rencana pembangunan rumah ibadah GBI Pasar Baru. Bantahan ini muncul setelah beredarnya spanduk bernarasi penolakan yang viral di media sosial.

Ketua RT 02, Ahmad Rifai mengatakan sejak awal pihak gereja sudah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan terkait rencana pembangunan tersebut.

“Kemudian kita lakukan sejumlah pertemuan, termasuk bertemu langsung dengan warga. Mayoritas setuju,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi pada Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menyebut total terdapat 64 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya. Dari 40 KK yang diundang dalam pertemuan, 36 KK menyatakan setuju. Sementara sebagian warga yang tidak diundang berstatus sebagai penyewa rumah.

Menurut Ahmad, lokasi pembangunan seluas 1.279 meter persegi itu sebelumnya merupakan bangunan terbengkalai yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan. Letaknya yang berada di sudut kawasan dan jauh dari permukiman membuat area tersebut kerap disalahgunakan.

‎”Selama ini tempat itu jadi lokasi geng motor, bahkan tempat mesum. Warga senang kalau dibangun supaya tidak ada kegiatan seperti itu lagi,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, pihak gereja telah melakukan sosialisasi dan memenuhi persyaratan administrasi awal sebelum rencana pembangunan berjalan.

Hal senada disampaikan Ketua RT 03, Tri Subowo. Ia mengatakan mayoritas warganya juga mendukung pembangunan rumah ibadah tersebut.

‎”Saya undang 50 KK, yang hadir 57 KK. Hanya satu yang tidak setuju. Alasannya sama, karena tempat itu terbengkalai dan sering disalahgunakan,” kata Tri.

Di sisi lain, terdapat 14 KK yang menyatakan penolakan, termasuk Ketua RT 01, Kundori. Ia mengakui awalnya mendukung, namun kemudian berubah sikap.

“Sebanyak 43 warga setuju, belasan tidak setuju. Awalnya saya setuju, tapi setelah ada masukan dari beberapa pihak dan karena mayoritas di sekitar muslim, saya menolak,” ujar Kundori.

Ia juga mengaku keberatan karena KTP miliknya dan sejumlah warga disebut digunakan sebagai bagian dari persyaratan pembangunan.

Sementara itu, Humas GBI Pasar Baru, Sofyan Pangaribuan mengatakan, proses sosialisasi telah dilakukan sejak 2025 dengan mengunjungi Ketua RT 01, 02, dan 03 serta warga sekitar.

“Semua awalnya setuju, termasuk Pak RT 01. Untuk syarat awal, kami sudah mengantongi tanda tangan dari 60 KK,” kata Sofyan.

Ia menegaskan, proses tersebut masih tahap awal dan pembangunan belum dimulai. “Ini baru rencana awal. Masih panjang prosesnya sebelum benar-benar dibangun,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs